Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Curacao Buat Sejarah di Piala Dunia 2026

 

Curacao Buat Sejarah di Piala Dunia 2026
Leandro Bacuna dari Curaçao dan rekan-rekan setimnya merayakan hasil imbang melawan Ekuador dalam pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia di Kansas City, Missouri, Minggu, 21 Juni 2026.@AP Photo/Ed Zurg.


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) – Pelatih timnas Curacao Dick Advocaat mengaku bangga setelah timnya mencatat sejarah dengan meraih poin pertama pada ajang Piala Dunia 2026. Hasil imbang tanpa gol melawan Ekuador pada Sabtu (20/6/2026) menjadi pencapaian penting bagi negara Karibia yang hanya berpenduduk sekitar 156.000 jiwa.
 
Advocaat mengatakan pikirannya langsung tertuju kepada masyarakat Curacao yang diyakini tengah merayakan hasil bersejarah tersebut di berbagai sudut pulau.
 
Mantan pelatih timnas Belanda itu menyebut hasil melawan Ekuador merupakan hadiah bagi para suporter yang tetap memberikan dukungan meski Curacao sebelumnya menelan kekalahan telak 1-7 dari Jerman pada laga perdana.
 
Menurutnya, semangat para pendukung tidak pernah surut, bahkan setelah hasil mengecewakan tersebut.
 
"Masyarakat Curacao selalu mendukung kami sejak awal. Setelah kalah 7-1 pun mereka tetap memberikan semangat. Saya berharap mereka menikmati hasil ini karena tidak semua orang memiliki kehidupan yang mudah," ujar Advocaat dilansir Soccerway, Minggu (21/6/2026).
 
Eloy Room Jadi Pahlawan
 
Keberhasilan Curacao mengamankan satu poin tidak lepas dari penampilan gemilang penjaga gawang Eloy Room.
 
Kiper berpengalaman itu tampil luar biasa dengan mencatat 15 penyelamatan, sehingga mampu menggagalkan berbagai peluang emas yang diciptakan Ekuador. Performa impresif Room menjadi faktor utama di balik hasil imbang yang menjaga peluang Curacao lolos ke babak berikutnya.
 
Advocaat mengungkapkan sambutan hangat yang diterima para pemain setelah kekalahan dari Jerman memberikan motivasi besar bagi tim untuk bangkit.
 
Pelatih berusia 78 tahun itu mengaku tidak lagi larut dalam emosi seperti saat pertandingan pertama karena melihat anak asuhnya tampil jauh lebih baik menghadapi Ekuador.


"Pada laga pertama saya sangat emosional karena kami kalah telak, tetapi suporter tetap memberikan dukungan luar biasa. Hari ini para pemain membalas kepercayaan itu dengan penampilan yang membanggakan," katanya.
 
Hasil imbang melawan Ekuador juga menjadi jawaban atas anggapan Curacao hanya akan menjadi pelengkap di Piala Dunia yang kini diikuti 48 negara. Advocaat menilai kekalahan telak dari Jerman tidak mencerminkan kualitas sebenarnya timnya.
 
"Mungkin kami bertemu Jerman terlalu cepat. Mereka memang berada di level yang sangat tinggi. Namun hari ini para pemain menunjukkan kemampuan sesungguhnya. Mereka bertarung seperti singa," ujarnya.
 
Curacao masih memiliki peluang untuk melaju ke fase gugur saat menghadapi Pantai Gading pada laga terakhir grup E. Sementara itu, Ekuador akan menjalani pertandingan penentuan melawan Jerman.
 
Advocaat pun kembali meminta masyarakat Curacao terus memberikan dukungan kepada tim nasional.
 
"Teruslah mendukung kami. Dukungan itu memberi kami kekuatan. Kami berjuang untuk seluruh rakyat Curacao," tutupnya.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar