Perbaikan jalan rusak di Kabupaten
Labuhanbatu.@dok. Diskominfo Sumut
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan)
- Pemprov Sumut bakal memperbaiki ruas jalan Aek
Nabara-Negeri Lama dan Negeri Lama-Tanjung Elang di Kabupaten Labuhanbatu.
Jalan ini disebut sudah puluhan tahun rusak. Kepala Seksi Jalan dan Jembatan UPTD
Rantauprapat, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Syahrizal mengatakan,
pengerjaan dibagi dalam dua paket. Panjang jalan yang diperbaiki mencapai 10
kilometer. "Paket pertama Aek Nabara-Negeri
Lama sepanjang 3 Km terbagi 5 segmen dan paket kedua Negeri Lama-Tanjung Elang
7 Km terbagi dalam 3 segmen, ditargetkan pengerjaan ruas ini selesai di akhir
tahun," kata Syahrizal dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026). Tidak hanya memperbaiki jalan,
Pemerintah Provinsi Sumut juga meningkatkan kualitas infrastruktur dengan
melebarkan badan jalan dari semula 5 meter menjadi 6 meter. Selain itu,
dibangun bahu jalan menggunakan rigid beton di sisi kiri dan kanan
masing-masing selebar 70 sentimeter untuk memperkuat konstruksi jalan. "Badan jalan existing 5 meter dan
kita tambah menjadi 6 meter, kemudian bahu jalan rigid beton masing-masing 70
cm agar jalan yang ditangani bisa lebih kokoh," ucapnya. Syahrizal juga menyampaikan permohonan
maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan atas ketidaknyamanan selama proses
pengerjaan berlangsung. Ia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat
melintasi ruas jalan tersebut.
"Kami dari Provinsi Sumatera
Utara mohon maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan mungkin banyak abu yang
berterbangan selama pengerjaan, dan kami mengimbau agar pengguna jalan lebih
hati-hati saat melintas," ujarnya. Perbaikan jalan tersebut disambut
antusias masyarakat setempat, salah satunya Muslim Manik yang setiap hari
melintasi ruas jalan tersebut. Ia berharap seluruh ruas jalan dari Tanjung
Elang hingga Aek Nabara dapat diperbaiki secara menyeluruh. "Harapan kami tentu tidak ada
lagi jalan yang rusak karena jalan ini sangat penting, tidak ada lagi cerita
orang sakit meninggal dunia di jalan karena tak bisa cepat sampai rumah sakit,
hasil pertanian kami pun tak turun harganya karena terlalu lama di jalan, kalau
ini sudah mulus semua udah pasti besar kali dampaknya ke ekonomi masyarakat,"
sebut Muslim Manik. Hal senada disampaikan Salomo Sihite,
warga Aek Nabara yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik sepeda motor. Ia
mengaku sering menyaksikan kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak. "Banyak bang, gara-gara ngelakin
lubang kecelakaan, gara-gara jalan rusak truk terbalik, tumpah lah itu isi
muatannya semua, makanya kami beryukur kali Pak Gubernur mau memperbaiki jalan
kami ini," tuturnya. Sumber : detiksumut
0 Komentar