Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jangan Berlebihan Konsumsi Garam untuk Penderita Hipertensi. Ini Dampaknya !!!

 

Jangan Berlebihan Konsumsi Garam untuk Penderita Hipertensi. Ini Dampaknya !!!
Ilustrasi.@Siloam

MAJALAHJURNALIS.Com - Hipertensi sering disebut sebagai “Silent Killer” karena gejalanya sering kali tidak timbul, namun dampaknya bisa sangat berbahaya apabila dibiarkan saja tanpa penanganan yang tepat, seperti meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal.
 
Salah satu upaya untuk mencegah hipertensi serta komplikasinya adalah dengan memperhatikan asupan garam. Simak lebih lanjut mengenai anjuran asupan garam untuk penderita hipertensi di bawah ini.
 
Anjuran Garam untuk Penderita Hipertensi
 
Garam adalah bahan dapur yang lumrah dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari sehingga hampir selalu ada dalam setiap makanan yang dikonsumsi.
 
Namun, perlu diketahui bahwa mengonsumsi garam terlalu banyak bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit hipertensi.
 
Pasalnya, konsumsi garam secara berlebih dapat meningkatkan jumlah natrium dalam sel yang bisa mengganggu keseimbangan cairan.
 
Masuknya cairan ke dalam sel akan membuat diameter pembuluh darah arteri mengecil sehingga jantung harus memompa darah lebih kuat yang berakibat pada meningkatnya tekanan darah. Oleh karena itu, penderita tekanan darah tinggi disarankan untuk membatasi asupan garam.
 
Menurut Kementerian Kesehatan, asupan natrium harian yang dianjurkan untuk penderita hipertensi sebaiknya tidak melebihi 1,5 gram atau setara dengan 3,5-4 gram garam dapur per-hari.
 
Sementara itu, bagi individu tanpa hipertensi, asupan natrium sebaiknya dibatasi hingga maksimal 2 gram per hari atau setara dengan 5 gram (sekitar satu sendok teh kecil) garam dapur. 
 
Meskipun tidak semua penderita hipertensi sensitif terhadap natrium, pembatasan asupan natrium terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardioserebrovaskular.


Hubungan Garam dan Hipertensi
 
Konsumsi garam berlebih diketahui dapat meningkatkan risiko hipertensi atau memperparah tekanan darah tinggi. Sebaliknya, pengurangan asupan natrium/garam dapat membantu menurunkan tekanan darah.
 
Berikut adalah uraian selengkapnya mengenai hubungan garam dengan kejadian hipertensi:
 
  • Retensi air: Asupan garam yang tinggi dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air. Akibatnya, volume darah yang beredar atau bersirkulasi meningkat, aliran darah dari jantung bertambah, dan tekanan perfusi ginjal meningkat. Jika kemampuan ginjal dalam mengeluarkan natrium terganggu, hipertensi bisa terjadi.
  • Perubahan pada pembuluh darah: Konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan penyempitan diameter pembuluh darah arteri dan memaksa jantung untuk memompa darah lebih keras melalui ruang pembuluh darah yang lebih sempit sehingga meningkatkan tekanan darah.
  • Disfungsi endotel: Asupan garam yang tinggi diketahui dapat menyebabkan penurunan tajam pada oksida nitrat endotel yang bertanggung jawab dalam melebarkan atau merilekskan pembuluh darah. Penurunan ini bisa menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Perubahan struktur dan fungsi arteri elastis besar: Asupan garam yang tinggi dapat memengaruhi sifat pembuluh darah arteri elastis besar, yang mengakibatkan terjadinya peningkatan kekakuan pembuluh darah.
  • Memengaruhi modulasi pada suplai saraf otonom dan aktivitas simpatis sistem kardiovaskular. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
 
Makanan Tinggi Garam yang Perlu Dibatasi Penderita Hipertensi
 
Membatasi asupan garam bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam. Beberapa jenis makanan tersebut, di antaranya:
 
1. Daging Olahan
 
Daging olahan, seperti bacon, sosis, ham, roti isi sosis, dan olahan daging lainnya termasuk dalam jenis makanan yang memiliki kandungan garam yang tinggi serta lemak jenuh. Mengonsumsi olahan daging yang mengandung tinggi garam berkaitan dengan meningkatnya risiko hipertensi. Karena itu, konsumsi jenis makanan ini perlu dibatasi.
 
2. Roti
 
Roti memang tidak mengandung garam sebanyak beberapa jenis makanan lainnya. Namun, jika sering mengonsumsinya secara berlebihan, jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh dapat bertambah. Bila ingin mengonsumsinya, pilihlah roti yang paling rendah garam. Atau, bisa juga mengganti roti dengan bubur oat.
 
3. Hidangan Pasta dan Nasi
 
Pada dasarnya, bukan pasta atau nasi yang menjadi satu-satunya penyebab masalah, melainkan bahan-bahan masakan lainya yang sering kali ditambahkan ke dalamnya, seperti misalnya daging olahan atau kecap asin. Namun, dengan memasak hidangan sendiri, jumlah garam serta bahan-bahan tinggi natrium lainnya bisa dibatasi penggunaannya.
 
4. Saus Gurih, Acar, Kaldu, dan Bumbu-Bumbu Pelengkap
 
Tambahan sedikit dari bahan-bahan masakan seperti saus tomat, acar, kaldu, atau bumbu-bumbu pelengkap masakan lainnya ke dalam makanan mungkin terlihat sepele, tetapi bahan-bahan ini bisa menyumbang banyak garam ke dalam makanan. Sayuran acar, seperti mentimun kecil (gherkin) dan bawang acar memiliki kadar garam yang bervariasi, jadi periksa label dan pilih yang paling rendah garam.
 
5. Keju Cheddar
 
Cheddar menyumbang lebih dari setengah jumlah garam yang biasanya didapatkan dari keju. Pasalnya, jenis keju ini paling sering dikonsumsi oleh masyarakat. Meski begitu, keju tetap mengandung nutrisi sehat, seperti kalsium dan protein, sehingga tidak perlu dihindari sepenuhnya. Hanya saja, batasi konsumsinya agar tidak berlebihan. AHA merekomendasikan untuk membatasi porsi keju hingga 30 gram per hari.
Sumber : Siloam Hospitals

Posting Komentar

0 Komentar