Gubsu
Bobby Nasution.@Foto: Nizar Aldi/detikSumut.
MAJALAHJURNALIS.Com
(Medan) -Gubernur
Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution walk out dari rapat paripurna di Kantor
DPRD Sumut soal penandatanganan bersama LPJ APBD 2025. Bobby kemudian buka
suara soal keluar dari paripurna. "Itu masalah kuorum katanya, kan dibahas
lagi, itukan rapat jadwalnya jam 9 sudah dimulai walaupun ngaret karena masalah
kourum atau tidak kourum, tapi kan rangkaian paripurna sudah selesai, di akhir
malah dipertanyakan diperdebatkan sesama anggota DPRD," kata Bobby
Nasution di Medan, Sabtu (25/7/2026). Bobby mengaku mendapat laporan jika fraksi yang
mempersoalkan kuorum malah paling sedikit hadir. Anggota DPRD yang interupsi
merupakan dari Fraksi PDIP. "Yang nanyakan kuorum atau tidak kuorum itu
kalau tidak salah fraksinya justru yang paling sedikit hadir disampaikan ke
saya, saya tidak atau benar atau tidak karena bukan saya megang absennya,"
ucapnya. Sehingga Bobby mengaku keluar karena menilai
persoalan itu merupakan masalah internal DPRD Sumut. Termasuk adanya rapat
dengar pendapat (RDP) di jam yang sama. "Saya rasa itukan antara mereka, antara
anggota DPRD sama anggota DPRD, mereka bilang ada rapat di jam yang bersamaan,
itukan urusan DPRD bukan urusan kami dari eksekutif, jadi saya rasa karena ada
kegiatan yang lain, kami tinggalkan lokasi," ujarnya. Bobby menjelaskan mengajak OPD karena bagian dari
eksekutif. Bobby mengaku tidak enak jika menguping perdebatan internal DPRD. "Kan OPD bukan bagian dari legislatif, kami
kan hadir di sana kan jelas yang punya kegiatan kan DPRD penandatanganan
bersama, kami kan di sana sebagai eksekutif, undangan, kalau yang ribut
internal mereka masa kami eksekutif nguping, kan nggak mungkin," tuturnya. Sebelumnya diberitakan, Bobby Nasution walk out
dari rapat paripurna di Kantor DPRD Sumut kemarin. Bobby juga meminta agar
organisasi perangkat daerah (OPD) keluar juga saat itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rapat paripurna
itu dilaksanakan, Selasa (21/7/2026). Paripurna itu memiliki agenda pandangan
akhir fraksi-fraksi terhadap LPJ APBD Sumut 2025 dan pengambilan keputusan
bersama antara DPRD dengan Gubsu. Awalnya paripurna berjalan lancar seperti biasa.
Perwakilan fraksi menyampaikan pandangan terakhir terhadap pertanggungjawaban
laporan APBD 2025 tersebut. Setelah itu, pimpinan rapat paripurna, Erni
Ariyanti, menanyakan apakah agenda pertama dapat dipadakan dan dilanjutkan
denah agenda kedua pengambilan keputusan bersama. Paripurna kemudian
dilanjutkan dengan agenda kedua. Dalam agenda kedua, perwakilan Badan Anggaran
DPRD Sumut menyampaikan laporan. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan
konsep keputusan bersama antara DPRD dengan Gubsu oleh Sekretaris DPRD Sumut
Ali Sipahutar. Setelah itu, saat hendak penandatanganan, anggota
DPRD Sumut dari Fraksi PDIP intrupsi soal apakah paripurna kuorum atau tidak.
Ia juga mempersoalkan adanya rapat dengar pendapat (RDP) saat rapat paripurna
berlangsung. Saat momen itu, Bobby diketahui keluar ruang
rapat dan kemudian menuju pintu depan. Bobby kemudian meminta agar OPD juga
keluar dari paripurna. Pj Sekda Sumut Sulaiman Harahap merespons soal
Bobby walk out. Ia mengatakan jika momen itu terjadi saat ada intrupsi saat
akan penandatanganan keputusan bersama soal pertanggungjawaban laporan APBD
2025. "Itukan sudah kourum semalam, sudah mau
penandatanganan intrupsi mempertanyakan kuorum atau tidak," kata Sulaiman
Harahap, Rabu (22/7/2026). Sumber : detiksumut
0 Komentar