Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Maudy Ayunda Minta Maaf setelah Konten Mindful Disebut Tak Tapak Tanah

 

Maudy Ayunda Minta Maaf setelah Konten Mindful Disebut Tak Tapak Tanah
Maudy Ayunda.@Instagram.com/@maudyayunda


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) Artis dan penyanyi Maudy Ayunda merilis permintaan maaf setelah banyak dikritik tajam oleh netizen di platform Threads, YouTube dan X terkait video yang membahas cara menjaga kesehatan mental di tengah banyaknya kabar buruk di Indonesia belakangan ini. 

Dalam video tersebut, Maudy membagikan refleksi pribadi mengenai bagaimana tetap waras hidup di tengah berbagai isu buruk mulai dari kebakaran hutan dan lahan, bencana alam, kelangkaan BBM, krisis air, hingga masalah ekonomi dan kebijakan pemerintah.

 
Namun, sejumlah warganet menilai unggahan tersebut tidak tepat di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Netizen menilai Maudy sebagai figur publik yang tone deaf, alias seseorang atau kelompok yang tidak peka dan tidak peduli terkait situasi atau isu sosial yang sedang terjadi di sekitarnya. 
 
Banyak netizen menganggap dengan konten tersebut, Maudy seolah isu buruk mulai dari kebakaran hutan dan lahan, bencana alam, korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG), kelangkaan BBM, krisis air, hingga masalah ekonomi dan kebijakan pemerintah hanya sebagai berita buruk. Netizen menyoroti, Maudy tidak sadar bahwa banyak masyarakat Indonesia yang menderita karena menjadi bagian dari berita buruk tersebut. 
 
Salah satu warganet, @fuji****e, mengaku memahami maksud Maudy, tetapi menilai pembahasan tersebut kurang tepat disampaikan melalui platform publik.
 
Menurutnya, konten mengenai mindfulness seperti yang dibuat Maudy seharusnya mempertimbangkan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai kesulitan.
 
“Di satu sisi gua paham sih maksud Maudy, cuman enggak pada tempatnya. Di situasi kayak sekarang, hal kayak gini tuh sesuatu yang semestinya dia keep buat dirinya sendiri, bukan di-upload di platform dia. Kalau emang enggak bisa speak up, mending diam,” tulisnya. 
 
Ia juga menyoroti video Maudy yang memperlihatkan dirinya menyiapkan makanan sehat dan terlihat nyaman, sementara masyarakat di sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan akibat karhutla dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
 
“Mana dia upload konten inI sambil prepare makan healthy dan fancy lagi, meanwhile saat ini banyak orang di Kalimantan yang lagi struggling, BBM langka, listrik mati-nyala, karhutla, yang jangankan nyaman buat makan, untuk napas saja susah,” tambahnya. 
 
“Stop being tone deaf, try to napak tanah,”  tulis netizen lainnya. 
 
Kritik serupa disampaikan netizen lainnya. Ia menilai kondisi Maudy sebagai figur publik berbeda dengan masyarakat kelas bawah yang terdampak kebijakan pemerintah.


“Maudy Ayunda is unaffected by the government's foolish policies. Meanwhile, the lower class is completely crippled as their living conditions continue to deteriorate,” seru akun @IOS_Gr****W**f
 
Sementara itu, netizen lain tegas mempertanyakan apakah persoalan seperti kematian akibat asap karhutla, dugaan keracunan MBG, hingga kerusakan hutan dapat dipandang hanya sebagai kabar buruk yang perlu dijauhkan demi menjaga kondisi mental.


“Jadi menurut Maudy Ayunda, bayi meninggal karena asap karhutla, siswa meninggal akibat keracunan MBG, sampai hutan yang rusak dan dibakar itu cuma sekadar ‘berita yang mengganggu mindfulness’? Tone deaf level final boss,” komentar akun @at*****angs4
 
Maudy Ayunda Beri Klarifikasi
 
Setelah mendapat banyak kritik, Maudy Ayunda memberikan penjelasan melalui unggahannya. Ia mengakui ada bagian penting yang belum cukup disampaikan dalam video sebelumnya.
 
Maudy mengakui, kemampuan untuk menjauh sejenak dari pemberitaan buruk merupakan sebuah keistimewaan khusus yang tidak dimiliki semua orang.
 
“Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya,” kata Maudy. 
 
Maudy juga mengakui situasi yang sedang dihadapi masyarakat saat ini sangat berat. Ia menyebut sejumlah persoalan, termasuk karhutla, bencana, serta kebijakan dan program yang dinilai tidak tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat.
 
Maudy menegaskan mindfulness yang ia maksud dalam video tersebut bukan alasan untuk mengabaikan persoalan atau menjauh dari realitas yang ada. Pada akhir klarifikasinya, Maudy berterima kasih kepada warganet yang memberikan kritik dan perspektif berbeda. Ia mengaku banyak belajar dari kejadian ini. 
 
“Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mengingatkanku dan menambahkan perspektif menjadi lebih luas dan lebih dalam. Aku dengar dan aku hargai feedbacknya. Aku mendengarkan dan aku belajar dari ini,” pungkas Maudy. 
Sumber : Beritasatu.com

 


Posting Komentar

0 Komentar