Gedung-gedung tinggi di Kuala Lumpur terlihat samar karena dikelilingi
kabut asap, Selasa 20 Oktober 2026. @AFP/Mohd Rasfan.
MAJALAHJURNALIS.Com
(Kuala Lumpur) – Komite Khusus Parlemen Malaysia Bidang Kesehatan menyampaikan memorandum
kepada Kedutaan Besar Indonesia pada Rabu (21/10/2026) terkait masalah kabut
asap lintas batas yang berdampak pada berbagai sektor di negara tersebut.
Ketua komite, Suhaizan Kaiat pada Selasa (20/10/2026), mengatakan kabut
asap menimbulkan persoalan serius, mulai dari lingkungan hidup, kesehatan
masyarakat, keselamatan warga, hingga perekonomian nasional dan hubungan
diplomatik antarnegara tetangga.
"Komite dan anggotanya akan menyampaikan memorandum kepada Kedutaan
Besar Indonesia terkait masalah kabut asap ini," kata Suhaizan, dikutip
dari The Star, Rabu (21/10/2026).
Sementara itu, anggota parlemen Khoo Poay Tiong mendesak pemerintah
Malaysia mengambil tindakan terhadap perusahaan-perusahaan lokal yang diduga
terlibat dalam kebakaran hutan di Indonesia yang memicu kabut asap lintas batas
negara.
Desakan tersebut disampaikan menyusul laporan Greenpeace yang menyebutkan
20 perusahaan diduga terlibat dalam kebakaran hutan tersebut. Daftar itu
mencakup sebuah perusahaan perkebunan besar ternama di Malaysia melalui anak
usahanya yang terdaftar di negara tetangga.
"KLCC kini telah menjadi tak terlihat karena kabut asap. Sebelumnya,
kementerian menginformasikan bahwa tidak ada informasi mengenai keterlibatan
perusahaan lokal. Namun, melalui laporan Greenpeace ini, terbukti bahwa ada
anak perusahaan lokal yang terlibat. Kami berharap kementerian tidak akan
tinggal diam dan akan mengambil langkah tindak lanjut yang serius,"
tegasnya.
Khoo juga menyarankan Malaysia mengikuti sikap tegas Singapura yang telah
mengeluarkan peringatan kepada 10 perusahaan yang diyakini memiliki kaitan
dengan kebakaran hutan di Indonesia.
Ia mendorong pemerintah Malaysia menindaklanjuti dugaan keterlibatan
perusahaan-perusahaan tersebut, terutama setelah muncul laporan yang mengaitkan
anak usaha perusahaan lokal dengan kebakaran hutan pemicu kabut asap lintas
batas.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar