Presiden Ukraina Volodymyr
Zelensky mengikuti wawancara Reuters di Kiev, Ukraina, 1 Maret 2022.
Foto/REUTERS
MAJALAHJURNALIS.Com
(KIEV)
-Anggota parlemen oposisi Ukraina Ilya
Kiva mengklaim Presiden Volodymyr Zelensky "bergegas" melarikan diri
ke Polandia dan bersembunyi di Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di
sana.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mengatakan dia
tidak meninggalkan ibu kota negara itu, Kiev, saat operasi militer Rusia
berlangsung di Ukraina untuk "demiliterisasi dan de-Nazifikasi".
"Di sinilah dia akan terus memanfaatkan Tentara Ukraina
dan warga sipil sambil membuat perintah gila yang menelan ribuan nyawa
manusia," ujar Kiva dalam pesan video di saluran Telegram.
Presiden Ukraina maupun Kedutaan Besar AS di Polandia tidak
mengomentari klaimnya.
Sebelumnya, Ketua Duma Negara Rusia Vyacheslav Volodin juga
menegaskan Zelensky melarikan diri dari Ukraina dan menuju ke Polandia.
"Zelensky meninggalkan Ukraina. Deputi Rada Verkhovna
mengatakan bahwa mereka tidak dapat menemuinya di Lvov," tulis dia di
saluran Telegram. "Dia sekarang di Polandia".
Tak lama setelah pernyataan Volodin, Verkhovna Rada
menegaskan Zelensky tidak meninggalkan Ukraina dan tetap di Kiev.
Beberapa negara Barat telah menyatakan keprihatinan
sehubungan dengan keselamatan Zelensky.
Khususnya, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian
mengatakan Paris siap "membantunya jika perlu". Dilaporkan juga bahwa
Amerika Serikat menawarinya evakuasi, tetapi Zelensky menolak.
Laporan bahwa Zelensky meninggalkan ibukota Ukraina muncul
awal pekan lalu, dengan sang presiden membantahnya dan memposting beberapa
pesan video di mana dia mengatakan dia tetap di Kiev. Pada akhir Februari,
Rusia meluncurkan operasi militer di Ukraina dengan tujuan "demiliterisasi
dan de-Nazifikasi" negara itu.
Operasi dimulai setelah permintaan bantuan dari Republik
Rakyat Donetsk dan Lugansk. Setelah dimulainya operasi, gelombang besar sanksi
anti-Rusia diterapkan Barat.
0 Komentar