Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Siapakah Ustadz Budi Setioso Itu? Koq Juga Meliput Kaek Wartawan...Ya! Mari Kita Simak Ulasan ini...

 


Cita-cita Ustadz Budi sejak kecil yakni ia kepengen jadi pilot, namun cita-cita saya tidak direstui oleh Allah SWT


MAJALAHJURNALIS.Com (Deliserdang) – Masyarakat diluar Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, kemungkinan belum mengenal sosok Pendakwah ini.
 
Beliau adalah seorang Ustadz bernama Budi Setioso, S.Ag, MA (Foto) lahir sekitar 46 tahun silam. Ia memiliki 7 bersaudara dan memiliki anak 2 sepasang yang paling besar bernama Anisa Sofiyah kelas II SMK Darma Analitika di Jalan Pancing II Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan dan anak lelakinya yang paling kecil bernama Muhammad Raihan Ar Rasyid sekolah di MTS Manunggal di Bandar Khalifah Percut Sei Tuan kelas II.
 
Ustadz Budi Setioso menyelesaikan S1 di IAIN Sumatera Utara (UIN Sumut) dan ia menyelesaikan S2-nya di Universitas Alwasliyah di Medan.
 
Berkecimpung di organisasi, Ustadz Budi Setioso pernah sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Alwasliyah komisariat Fakultas Dakwah IAIN SU. Ia pernah juga menjabat sebagai Wakil Ketua PAC PPP Percut Sei Tuan dan pernah bergabung di FPI (Front Pembela Islam) Sumatera Utara semasa Ustadz Sulistyo ketuanya  di Sumatera Utara, Ia menjabat Ketua Laskar. Sekarang ini beliau menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Laskar Al Faruq Sumatera Utara dan juga Pembina di Majalah Jurnalis Grup serta merangkap sebagai Reporter MAJUR TV dan Majalahjurnalis.com.


Sebenarnya cita-cita Ustadz Budi sejak kecil yakni ia kepengen jadi pilot, namun cita-cita saya tidak direstui oleh Allah SWT, ungkapnya saat bincang-bincang kecil dengan rekan setimnya di Majalah Jurnalis Grup, Jumat (4/8/2023) selepas sholat Jumat.
 
Selepas tamat dari SMAN 8 Medan di Jalan Sampali Medan, “Saya juga pernah kuliah di Perguruan Taman Harapan jurusan Pariwisata dan Perhotelan tamat dan sempat bekerja disalah satu hotel di Sumatera Utara di Bartender. Namun Hidayah Allah SWT berikan kepada saya dikala saya masih bekerja sebagai bartender untuk bertaubat kepada Allah SWT”, ungkapnya.
 
Sekitar umur 25 tahun, Saya tinggalkan pekerjaan yang penuh dosa itu untuk mencoba-coba ikut ujian di IAIN Sumatera Utara dengan Fakultas yang pertama saya pilih Tarbiyah pilihan yang kedua saya di Fakultas Dakwah.


 
Alhamdulillah dengan izin Allah SWT saya lulus di Universitas IAIN Sumatera Utara di Fakultas Dakwah Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Di Semester dua saya sudah aktif mengikuti organisasi extra dikampus dari mulai IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan juga HIMMAH (Himpunan Mahasiswa Al Washliyah) sejak itu saya mengikuti pengabdian masyarakat dan terjun sebagai pendakwah.

Selama saya belajar di kampus tersebut, ternyata ada mata kuliah bagian Jurnalistik, namun entah kenapa pada saat itu saya tidak tertarik dengan dunia Kewartawanan.
 
Dan saya terkejut, selain saya berdakwah juga saya ikut didunia Kewartawanan yakni saya bergabung di JURNALIS pada tahun 2014, kala itu terbitnya masih majalah cetaknya saja, belum ada Online dan MAJUR TV.


Dibawah arahan Pemimpin Redaksi Majalah Jurnalis Grup, Thamrin BA mantan wartawan koran Harian SENTANA terbitan Jakarta dan Wartawan Koran MIMBAR UMUM, BARISAN HIJAU dan MEDIA POST serta mantan Pemimpin Redaksi media cetak OMBUSMAN NEW, SUARA BURUH NASIONAL (SBN), EKSEKUTIF NEWS, MERDEKA NEWS.
 
Saya digembleng dan sempat ditanya Pemred, apa tujuan Ustadz bergabung di JURNALIS?

Jawab saya, ingin menyampaikan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar melalui media kepada masyarakat luas.
 
Dengan tekat itu, saya diarahakan dan digembleng, ditatar sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999 dan Kode Etik Kejurnalistikan dan saya juga diarahkan didalam penyajian berita jangan hanya sepenggal saja, kasihan pembaca dan penonton tak sepenuhnya menerima informasi lengkap. Artinya didalam pemberitaan harus berkesinambungan dengan menjaga azas-azas etika Kewartawanan.


Dan didalam muatan berita pun saya menyingkirkan dari persoalan-persoalan pribadi dan kepentingan-kepentingan lainnya. Saya selalu mengedepankan alur cerita didalam pemberitaan agar dapat mengungkap kebenaran sehingga pembaca dapat menyimpulkannya, itulah yang diajarkan oleh Pemred kepada saya.
 
Selain itu, juga saya berdakwah dari Masjid ke Masjid saya juga sering dipanggil oleh para panitia kegiatan agama islam untuk mengisi Tausiah. Alhamdullilah semuanya berjalan lancar. Dan rencana Pemred saya, melalui MAJUR TV dan Majalahjurnalis.com saya akan melakukan dakwah untuk masyarakat muslim, karena sesuai yang diajarkan didalam Islam yakni menyampaikan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar melalui media, pungkasnya mengakhiri. (red)

Post a Comment

0 Comments