Anggota Komisi II DPR Ahmad Doli
Kurnia.@Beritasatu.com/Ilham Oktafian.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Pemerintah daerah (pemda) diminta lebih kreatif dalam
menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), jangan hanya menaikkan tarif pajak
bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) terlalu tinggi sehingga
membebani masyarakat.
Permintaan itu
disampaikan oleh anggota Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menyikapi kenaikan
PBB-P2 gila-gilaan di sejumlah daerah dalam rangka mendongkrak PAD di tengah
terbatasnya ruang fiskal daerah.
Doli menyorot
demo besar-besaran di Pati, Jawa Tengah imbas dari kenaikan PBB-P2 sebesar 250%
hingga berujung tuntutan pemakzulan bupati. Menurutnya, PBB bukan satu-satunya
sumber pendapatan daerah.
"Kepala
daerahnya, pemerintah daerahnya harus lebih kreatif," kata Doli saat
ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2025).
Doli
mengatakan banyak kepala daerah berjanji saat kampanye untuk mencari pendapatan
lain di luar pajak dan tidak membebani masyarakat. Seharusnya janji itu
direalisasikan sekarang, jangan hanya mengandalkan PBB-P2 untuk peningkatan
PAD.
"Janjinya
dahulu enggak akan naik pajak, tetapi tiba-tiba naik pajak ratusan persen. Itu
kan yang enggak boleh," ujar politisi Partai Golkar ini.
Doli
menekankan pentingnya kepala daerah untuk kreatif mencari pendapatan di luar
pajak. Alasannya, pemerintah masih melakukan efisiensi yang berimbas pada
pemotongan transfer dana ke daerah.
"Artinya
kita memberikan warning kepada kepala daerah, mereka harus siap-siap. Jangan
hanya mengandalkan itu. Tetapi catatannya, enggak boleh juga kalau ada beban,
itu dibebankan langsung ke rakyat," katanya.
Sumber :
Bersatu.com
0 Komentar