PM Kanada Mark
Carney.@REUTERS/Patrick Doyle.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyerukan
gencatan senjata di Ukraina, Minggu (24/8/2025).
Dalam kunjungannya ke Ukraina, Carney menggunakan
kesempatan ini untuk menyerukan gencatan senjata seiring peningkatan upaya
diplomatik untuk mengakhiri invasi Rusia.
"Kita membutuhkan penghentian permusuhan. Kita
membutuhkan gencatan senjata. Kita bisa menyebutnya ceasefire, truce, [atau]
armistice. Itu diperlukan untuk menghentikan pembunuhan," kata Carney
seperti dilaporkan AFP.
Dalam bahasa Indonesia, ceasefire, truce dan armistice
sama-sama berarti gencatan senjata. Namun ketiganya mengandung makna berbeda.
Merangkum dari berbagai sumber, ceasefire merupakan
gencatan senjata formal berupa kesepakatan hasil negosiasi dan komitmen untuk
mengurangi ketegangan.
Kemudian truce merujuk pada pengaturan ad-hoc yang
dibuat pejuang untuk menghentikan pertempuran. Truce tidak perlu negosiasi
formal sebab keputusan diambil akibat kelelahan usai pertempuran panjang.
Sementara armistice adalah perjanjian yang mengikat
secara hukum bahwa pihak yang bertikai mengakhiri permusuhan. Perundingan
dilakukan guna penyelesaian perdamaian dalam jangka panjang.
Carney melakukan kunjungan ke Kyiv dalam rangka Hari
Kemerdekaan Ukraina. Dia pun mengecam invasi Rusia ke Ukraina.
Menurut dia, Rusia "tidak akan berhenti" di
sana jika agresinya "tidak ditentang".
"Ada alasan mengapa NATO mengakui investasi
negara-negara anggota di Ukraina sebagai pertahanan, pertahanan Ukraina,
sebagai investasi penting dalam pertahanan kolektif kita sebagai anggota NATO.
Karena jika agresi Rusia tidak ditentang, itu tidak akan berhenti di
sini," ujarnya.
Sumber : CNN Indonesia
0 Komentar