MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Kalau ngomongin public figure yang vokal dan tidak
takut untuk beda pendapat, nama Cinta Laura mungkin jadi salah satu yang
terlintas di pikiran kita. Artis dengan keturunan Jerman-Indonesia yang satu
ini selalu punya daya tarik, mulai dari karyanya hingga opininya yang tajam.
Dari dulu hingga sekarang, apa pun yang Cinta ucapkan hampir selalu berhasil
bikin heboh. Tapi
menariknya, jika kita kembali ke tahun 2019, tanggapan yang diberikan Cinta
soal demo sempat bikin warganet marah. Namun, di tahun 2025 ini, Cinta kembali
mengutarakan opininya. Bedanya, kali ini banyak yang setuju dan bahkan
memujinya. Flashback 2019: Saat Cinta Laura Dihujat karena
'Anti-Demo' Masih ingat
waktu mahasiswa besar-besaran turun ke jalan pada tahun 2019? Pada saat itu,
Cinta Laura sempat memberikan tanggapannya melalui cuitan di Twitter soal aksi
demonstrasi dengan tuntutan untuk menolak beragam RUU yang bermasalah. Rupanya, Cinta
memiliki tanggapan yang berbeda dengan banyak orang. Ia memberikan komentar
yang dianggap bertentangan dengan suara rakyat pada masa itu. Unggahannya
langsung dihujani kritik. Banyak warganet yang menilai bahwa Cinta kurang peka
dengan situasi genting yang ada. Pada saat itu, banyak warga merasa bahwa suara
mereka dianggap tidak penting, karena demonstrasi sendiri merupakan salah satu
cara bagi rakyat untuk mengungkapkan aspirasinya terhadap kebijakan yang
merugikan. Viral Lagi di 2025: Jawaban Cerdas Kenapa Ogah Masuk
Politik Berbeda
drastis dengan citranya saat itu. Mulai dari akhir Agustus 2025 hingga saat
ini, Indonesia masih dilanda dengan gelombang demo maraton. Mengejutkannya, di
tengah situasi panas ini, sebuah video lama yang merekam tanggapan Cinta Laura
terkait politikus beredar dan viral kembali. Potongan klip
tersebut sontak ramai. Dalam video itu, Cinta diajukan pertanyaan mengapa ia
belum bersedia untuk turun ke dunia politik, meskipun berbagai tawaran telah
mengantre. Bukan sekadar
soal tidak berminat, alasan utamanya justru berangkat dari prinsip hidup yang
ia junjung tinggi. Cinta menolak untuk menjadi pribadi yang munafik. “Tetapi untuk
sekarang, salah satu filosofi hidup saya adalah berusaha sekuat tenaga untuk
tidak menjadi orang yang munafik,” ujar Cinta. Rupanya, rasa
kecewa muncul ketika Cinta melihat secara langsung cara dunia politik bekerja
dari jarak yang dekat. Ia juga menceritakan bahwa dirinya telah bertukar
pikiran langsung dengan beberapa tokoh politik. Cinta mengakui
bahwa tokoh-tokoh yang ia temui merupakan orang-orang yang cerdas dan penuh
gagasan brilian. Namun, ia justru harus menghadapi perbedaan yang besar antara
perkataan dengan perbuatan. Cinta pun
menilai bahwa banyak dari mereka tak lebih dari sekadar figur yang
dikendalikan. Alih-alih kagum, ia justru melihat adanya kemunafikan, di mana
apa yang dikatakan di belakang layar sangat berbeda dengan apa yang ditampilkan
di hadapan publik. Pernyataan ini
sontak panen pujian. Banyak yang merasa bahwa alasan Cinta sangat relate dengan
apa yang dirasakan oleh masyarakat saat ini, yang sudah lelah dengan drama dan
inkonsistensi para politisi. Dari yang dulu dihujat, kini ia dianggap sebagai
sosok yang punya prinsip dan berani bersuara jujur. Sumber :
Yoursay.id
0 Komentar