Kebakaran di kilang minyak.@YouTube.com/Mercury News
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) –
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Dumai, Riau,
memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap terjaga aman meski terjadi
kebakaran di salah satu unit operasional pada Rabu (1/10/2025) malam. “Stok dan distribusi BBM tetap berada
pada level aman,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang
Pertamina Dumai, Agustiawan, di Jakarta seperti dilansir dari Antara, Kamis
(2/10/2025). Ia menjelaskan, ketersediaan stok
Pertalite tidak terdampak sehingga pasokan untuk wilayah Sumatera Bagian Utara
(Sumbagut) tetap berjalan normal. Untuk kebutuhan solar di Dumai dan Siak,
serta avtur di Pekanbaru, seluruhnya dapat dipenuhi oleh Kilang Dumai. Adapun
sebagian pasokan BBM di wilayah Sumbagut lainnya akan didukung dengan suplai
dari kilang Pertamina lain. “Dengan dukungan kilang-kilang lain di
seluruh Indonesia, kami memastikan tidak ada gangguan suplai untuk masyarakat,”
lanjut Agustiawan. Ia menegaskan, KPI berkomitmen menjaga
keandalan energi, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun. “Terima kasih atas
dukungan seluruh pihak. Kami percaya, dengan sinergi dan langkah responsif,
dampak kejadian ini bisa tertangani dengan baik tanpa menimbulkan gangguan berarti
bagi masyarakat,” katanya. Sebelumnya, ledakan keras terdengar
saat kebakaran melanda area kilang di Jalan Putri Tujuh, Dumai, sekitar pukul
20.30 WIB, Rabu (1/10/2025). Tim tanggap darurat Pertamina berhasil memadamkan
api di unit operasional tersebut, sehingga kondisi dinyatakan aman dan
terkendali pada pukul 23.20 WIB. Pertamina saat ini tengah melakukan
investigasi untuk mengetahui penyebab insiden dan memastikan langkah pencegahan
lebih optimal ke depan. “Keselamatan pekerja, masyarakat, dan
fasilitas merupakan prioritas utama kami. Terima kasih atas doa dan dukungannya,”
tutur Agustiawan. Berdasarkan data resmi KPI, Kilang
Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia dengan
tingkat kompleksitas Nelson Complexity Index (NCI) 7,5. Kilang ini memiliki
kapasitas 170 MBPOD dengan produk utama antara lain solar, avtur, Pertalite,
Pertadex, MFO-LS, LSFO, UCO, NBF, smooth fluid, LPG, dan green coke. Sumber: Beritasatu.com
0 Komentar