Ticker

7/recent/ticker-posts

Korban Longsor Jawa Tengah, Didesak DPR Secepatnya Evakuasi dan Relokasi

 

Korban Longsor Jawa Tengah, Didesak DPR Secepatnya Evakuasi dan Relokasi
Tim SAR gabungan temukan dua jenazah korban longsor Desa Cibeunying, Cilacap, di hari keenam. Ibu Lilis Safitri (39) dan putrinya Arumi (4) menambah total korban meninggal jadi 18 orang.@Beritasatu/Totong Setiyadi

MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Pemerintah diminta mempercepat evakuasi korban longsor di Cilacap dan Banjarnegara serta segera merelokasi warga di zona rawan demi keselamatan.
 
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
 
Singgih juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas banyaknya korban jiwa dan warga terdampak. Ia menilai negara wajib hadir secara penuh.
 
“Segera percepat proses evakuasi dan penanganan darurat. Alat berat, tim SAR, dan logistik harus tersedia sepenuhnya di lokasi,” ujarnya.
 
Ia menekankan, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada tahap darurat. Dalam sepuluh tahun terakhir, kedua daerah tersebut tercatat sebagai wilayah dengan risiko longsor tinggi. Karena itu, ia mendorong langkah mitigasi jangka panjang.
 
“Kita butuh mitigasi yang berkelanjutan, bukan hanya reaktif setelah bencana terjadi,” katanya.
 
Singgih meminta pemerintah daerah bersama BNPB melakukan pemetaan wilayah rawan, memperkuat struktur tanah labil, dan membangun sistem peringatan dini. Ia menilai investasi mitigasi harus diperbesar agar bencana serupa tidak berulang.
 
Ia juga menyoroti perlunya relokasi penduduk di zona merah longsor. Menurutnya, relokasi memang sulit, tetapi menjadi pilihan realistis untuk melindungi nyawa.
 
“Jika permukiman berada di kawasan sangat rawan longsor, relokasi harus dipertimbangkan secara serius,” ucapnya.
 
Selain itu, Singgih menilai edukasi warga harus diperkuat. Masyarakat perlu dilatih mengenali tanda-tanda pergerakan tanah dan memahami jalur evakuasi. Ia juga mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran memadai untuk mitigasi, termasuk penanaman pohon dan stabilisasi lereng.
 
Singgih berharap para korban yang masih hilang segera ditemukan dan keluarga terdampak mendapat bantuan cepat. Ia memastikan Komisi VIII DPR mendorong kebijakan mitigasi jangka panjang.
 
Diketahui, BNPB melaporkan perkembangan pencarian korban. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, pencarian di Cilacap masih menyisakan lima orang hilang.
 
“Sudah 18 jenazah ditemukan,” katanya di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
 
Untuk Banjarnegara, pencarian 26 warga hilang masih terkendala gerakan tanah yang belum stabil.
 
“Pencarian beberapa kali tertunda karena pergerakan tanah masih membahayakan personel,” ujar Abdul.
Sumber: Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar