Ticker

7/recent/ticker-posts

Ini Pengakuan Manohara Tentang Pernikahannya dengan Pangeran Kelantan

 

Ini Pengakuan Manohara Tentang Pernikahannya dengan Pangeran Kelantan
Manohara Odelia Pinot.@Beritasatu.com/Instagram

MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Manohara Odelia Pinot menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pernyataan terbuka terkait kisah pernikahannya di masa lalu dengan Pangeran Klantan Tengku Fakhry. Klarifikasi tersebut disampaikan Manohara melalui unggahan di Instagram miliknya.
 
Manohara menegaskan, pernikahannya dengan Pangeran Kelantan Tengku Fakhry pada 2008 tidak dapat disebut sebagai pernikahan yang sah.
 
Manohara menyebut, peristiwa yang dialaminya saat masih remaja kerap disalahartikan oleh publik. Ia merasa hubungan tersebut tidak dilandasi persetujuan bebas maupun kesadaran penuh.
 
“Apa yang terjadi selama masa remaja saya, bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan atas persetujuan bersama, dan bukan pernikahan yang sah,” kata Manohara Odelia Pinot, Senin (12/1/2026).
 
Ia menegaskan, dirinya tidak pernah menghendaki atau menjalani hubungan tersebut secara sukarela.
 
“Tidak pernah ada hubungan yang saya inginkan, setujui, atau jalani secara sukarela,” imbuhnya.
 
Manohara mengungkapkan, saat peristiwa itu terjadi, usianya masih di bawah umur. Kondisi tersebut membuatnya berada dalam situasi yang tidak seimbang, diperparah dengan tekanan serta keterbatasan kebebasan.


“Artinya, saya tidak memiliki pilihan nyata atau kemampuan untuk memberikan persetujuan,” lanjutnya.
 
Salah satu poin utama yang disoroti Manohara adalah penggunaan label “mantan istri Raja Kelantan” yang kerap dilekatkan padanya dalam berbagai pemberitaan.
 
Menurutnya, sebutan tersebut tidak tepat dan berpotensi menyesatkan publik.
 
“Selama bertahun-tahun, saya berulang kali disebut dalam artikel dan judul berita sebagai, ‘Mantan istri’,” ujarnya.
 
Manohara menjelaskan, istilah tersebut mengandung implikasi adanya pernikahan yang sah, sukarela, dan dilakukan oleh orang dewasa sesuatu yang tidak mencerminkan pengalaman yang dialami.
 
Dalam pernyataan yang sama, Manohara secara terbuka meminta media dan berbagai platform digital untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan istilah saat merujuk pada dirinya.
 
“Saya meminta kepada media, editor, penulis, maupun platform digital (termasuk Google dan Wikipedia) untuk berhenti menggunakan label ini. Menerbitkan artikel dengan penggambaran yang salah ini bukan hanya tidak akurat, tetapi juga merupakan jurnalisme yang tidak etis,” tutupnya.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar