Ticker

7/recent/ticker-posts

Pekerja MBG Hendaknya Mendapat Kepastian Hukum dan Kesejahteraan yang Layak

Pekerja MBG Seringkali Memikul Tanggungjawab Besar dan Beban Kerja yang Tidak Ringan

Oleh : Abdul Rivai Nasution




Pekerja MBG memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberlangsungan program dan pelayanan kepada masyarakat, namun hingga saat ini status mereka (Para Pelerja) yang masih dianggap sebagai relawan


MAJALAHJURNALIS.Com - Pemerintah perlu menyadari bahwa keberhasilan program MBG (Makan Bergizi Gratis) program unggulan Presdien Republik Indonesia Prabowo Subianto.
 
Pelaksanaan MBG tidak terlepas dari kontribusi para  pekerjanya. Dengan meningkatkan status mereka (para pekerja) menjadi status pekerja normatif, maka pemerintah tidak hanya memberikan rasa keadilan, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas dan profesionalisme layanan pekerja yang merasa dihargai akan bekerja lebih optimal dan bertanggungjawab.

Selain itu pengakuan sebagai pekerja normatif merupakan bentuk penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan prinsip ketenagakerjaan yang adil.
 
Pemerintah diharapkan segera menyusun regulasi yang jelas, agar pekerja MBG memperoleh kepastian hukum dan kesejahteraan yang layak, sehingga mereka tidak lagi diposisikan hanya sebagai relawan saja, melainkan sebagai tenaga kerja professional yang berkontribusi nyata bagi negara.


Pekerja MBG memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberlangsungan program dan pelayanan kepada masyarakat, namun hingga saat ini status mereka (Para Pelerja) yang masih dianggap sebagai relawan, menimbulkan berbagai macam persoalan terutama terkait kesejahteraan, kepastian kerja dan perlindungan hukum. Oleh karna itu sudah seharusnya Pemerintah Pusat memberikan perhatian lebih dengan menjadikan pekerja MBG sebagai pekerja normatif.
 
Menjadi pekerja normatif tentunya berarti memiliki kejelasan status kerja, upah yang layak, jam kerja yang jelas serta jaminan sosial dan keselamatan kerja.
 
Selama ini pekerja MBG sering kali memikul tanggungjawab besar dan beban kerja yang tidak ringan, tetapi tidak diimbangi dengan hal-hal yang mestinya meraka terima, kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan menurunkan motivasi kerja. (Penulis adalah Ketua DPC PPMI (Dewan Pengurus Cabang Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia) Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara)

Posting Komentar

0 Komentar