Pekerja MBG Seringkali Memikul Tanggungjawab Besar dan
Beban Kerja yang Tidak Ringan
Oleh : Abdul Rivai Nasution
Pekerja MBG
memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberlangsungan program dan
pelayanan kepada masyarakat, namun hingga saat ini status mereka (Para Pelerja)
yang masih dianggap sebagai relawan
MAJALAHJURNALIS.Com - Pemerintah perlu
menyadari bahwa keberhasilan program MBG (Makan Bergizi Gratis) program unggulan Presdien Republik Indonesia
Prabowo Subianto. Pelaksanaan
MBG tidak terlepas dari kontribusi parapekerjanya. Dengan meningkatkan status mereka (para pekerja) menjadi
status pekerja normatif, maka
pemerintah tidak hanya memberikan rasa keadilan, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas dan
profesionalisme layananpekerja
yang merasa dihargai akan bekerja lebih optimal dan bertanggungjawab.
Selain itu pengakuan sebagai pekerja
normatif merupakan bentuk penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan prinsip ketenagakerjaan
yang
adil. Pemerintah
diharapkan segera menyusun regulasi yang jelas, agar pekerja MBG memperoleh kepastian hukum
dan kesejahteraan yang layak,
sehingga mereka tidak lagi diposisikan hanya sebagai relawan saja, melainkan sebagai
tenaga kerja professional yang berkontribusi nyata bagi negara.
Pekerja MBG memiliki peran yang sangat
penting dalam mendukung keberlangsungan program dan pelayanan kepada masyarakat, namun hingga saat ini
status mereka (Para Pelerja)
yang masih dianggap sebagai relawan, menimbulkan berbagai macam persoalanterutama terkait
kesejahteraan, kepastian
kerjadan
perlindungan hukum. Oleh
karna itusudah
seharusnya Pemerintah Pusat memberikan
perhatian lebih dengan menjadikan pekerja MBG sebagai pekerja normatif. Menjadi pekerja normatiftentunya berarti
memiliki kejelasan status kerja, upah
yang layak, jam
kerja yang jelas serta jaminan sosial dan keselamatan kerja. Selama
ini pekerja MBG sering kali memikul tanggungjawab besar dan beban kerja yang
tidak ringan, tetapi
tidak diimbangi dengan hal-hal
yang mestinya meraka
terima, kondisi
ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan menurunkan motivasi kerja. (Penulis adalah Ketua DPC PPMI (Dewan Pengurus
Cabang Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia) Kabupaten Deli Serdang, Sumatera
Utara)
0 Komentar