Ticker

7/recent/ticker-posts

Pemimpin Tertinggi Iran Terancam Dibunuh Jika Lakukan Tindakan Represif Terhadap Pengunjuk Rasa

 

Pemimpin Tertinggi Iran Terancam Dibunuh Jika Lakukan  Tindakan Represif Terhadap Pengunjuk Rasa
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.@AFP/Getty Images/Joe Raedle

MAJALAHJURNALIS.Com (Washington) - Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham memperingatkan, Presiden AS Donald Trump akan “membunuh” Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei jika pemerintah Iran terus melakukan tindakan represif terhadap para pengunjuk rasa yang menuntut kehidupan yang lebih baik.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Graham dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Selasa (6/1/2026). Ia menegaskan, tindakan keras terhadap demonstran dapat memicu respons ekstrem dari Washington.
 
“Kepada para Ayatollah, kalian harus memahami ini, jika kalian terus membunuh rakyat kalian yang menuntut kehidupan yang lebih baik, Donald Trump akan membunuh kalian,” kata Graham.
 
Graham menilai Iran sedang berada di titik balik sejarah. Menurutnya, perubahan besar tidak terelakkan dan akan membawa dampak signifikan bagi kawasan Timur Tengah.
 
Ia juga menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Iran, yang menurutnya saat ini tengah menghadapi tekanan berat akibat krisis ekonomi dan ketidakstabilan politik.
 
“Kepada rakyat Iran, bantuan sedang menuju ke sana,” tambahnya.


Dalam beberapa pekan terakhir, Iran memang diguncang aksi protes besar-besaran yang dipicu memburuknya kondisi ekonomi. Nilai tukar mata uang rial terus melemah tajam hingga melampaui 1.350.000 per dolar AS. Kondisi tersebut memicu keresahan luas, terutama di kalangan pedagang dan masyarakat perkotaan.
 
Sejumlah insiden kekerasan dilaporkan terjadi selama aksi protes berlangsung. Beberapa korban tewas tercatat, baik dari kalangan pengunjuk rasa maupun aparat kepolisian, di berbagai kota di Iran. Situasi ini semakin memperkeruh hubungan Iran dengan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat.
 
Peringatan Lindsey Graham disampaikan setelah Ayatollah Ali Khamenei mengakui bahwa sebagian tuntutan para pengunjuk rasa bersifat wajar. Namun, ia menegaskan, aksi yang dianggap sebagai kerusuhan tidak akan ditoleransi oleh negara.
 
Sebagai upaya meredakan situasi, pemerintah Iran diketahui telah menggelar beberapa putaran pembicaraan dengan perwakilan pedagang dan pemilik toko. Langkah tersebut dilakukan untuk menahan eskalasi ketegangan yang disebut semakin memburuk, terutama di ibu kota Teheran.
 
Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga telah menyatakan Washington akan “datang untuk menyelamatkan” para pengunjuk rasa jika Teheran menggunakan kekuatan mematikan terhadap warganya. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari para pejabat tinggi Iran dan semakin meningkatkan tensi hubungan antara kedua negara.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar