Presiden Prabowo Subianto saat mengumumkan swasembada
pangan 2025 di panen raya nasional di Karawang, Rabu 7 Januari
2026.@YouTube.com/Beritasatu.
MAJALAHJURNALIS.Com (Karawang)
– Presiden Prabowo Subianto buka suara menanggapi
berbagai tudingan yang selama ini diarahkan kepadanya, mulai dari ambisi
berkuasa hingga tuduhan ingin menjadi diktator.
Prabowo menegaskan, anggapan tersebut
bertolak belakang dengan sumpah dan nilai hidup yang ia pegang sejak muda
sebagai seorang prajurit TNI.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat
memberikan sambutan dalam agenda panen raya nasional dan pengumuman swasembada
pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
“Saya dituduh mau jadi diktator, mau
berkuasa, bahkan mau kudeta. Padahal sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit
TNI,” ujar Prabowo.
Ia menekankan, TNI merupakan tentara
rakyat yang lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat. Ia mengingatkan
kembali masa awal kemerdekaan Indonesia ketika negara belum memiliki anggaran,
kementerian, atau sistem perpajakan yang memadai.
Dalam kondisi serba terbatas tersebut,
perjuangan mempertahankan kemerdekaan hanya dapat berlangsung berkat dukungan penuh
rakyat Indonesia. Prabowo secara khusus menyoroti peran para petani yang
menyediakan pangan, dan menopang kehidupan para pejuang pada masa sulit
tersebut.
Prabowo juga sempat mengenang
pengalamannya menjalani pendidikan dan latihan militer di berbagai desa di Jawa
Tengah dan Jawa Barat. Menurutnya, rakyat dengan penuh keikhlasan keluar dari
rumah-rumah sederhana untuk memberikan minum dan makanan kepada para prajurit,
meski harus berjuang keras mencari kayu bakar dan air.
“Pengalaman-pengalaman itu menunjukkan
betapa besar cinta rakyat, khususnya petani, kepada TNI dan negara kesatuan
Republik Indonesia,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini, orang nomor satu di
Indonesia itu menyebut petani sebagai kelompok masyarakat yang paling setia dan
paling “merah putih” di Indonesia. Maka dari itu, ia mempertanyakan mengapa
selama puluhan tahun para petani dan nelayan justru sering kurang dihormati,
dibela, dan dilindungi.
“Saya tidak habis pikir, puluhan tahun
para petani kita dan nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, dan kurang
dilindungi,” tegas Prabowo.
Kesadaran itulah yang mendorong Prabowo
menerima permintaan para tokoh pertanian untuk memimpin organisasi Himpunan
Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) setelah purnatugas dari militer. Menurutnya,
ajakan tersebut merupakan kehormatan besar sekaligus kesempatan untuk membela
kepentingan petani dan nelayan Indonesia.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar