Ilustrasi foto
kekerasan anak.@Edi Wahyono/detikcom.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Tragedi bocah tewas tragis di Sukabumi, Jawa Barat,
mengguncang nurani publik. Negara didesak tak lagi abai dan segera memperkuat
sistem perlindungan anak dari kekerasan dalam keluarga.
Anggota Komisi
VIII DPR Dini Rahmania menilai, kasus kekerasan terhadap anak berusia 12 tahun
berinisial NS hingga meninggal dunia menjadi alarm serius bagi negara untuk
memperkuat sistem deteksi dini perlindungan anak.
Dini menyebut
peristiwa itu sangat memilukan dan menjadi pengingat bahwa perlindungan anak
harus terus diperkuat. Anak adalah amanah, bukan objek pelampiasan emosi,
sehingga negara tidak boleh diam dan pelaku harus diproses hukum secara tegas.
“Kasus ini
menunjukkan bahwa anak usia 12 tahun, yang sering dianggap sudah cukup besar,
ternyata masih sangat rentan mengalami kekerasan. Karena itu, pencegahan harus
dimulai dari keluarga,” kata Dini di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Ia menegaskan
orang tua dan wali wajib membangun pola asuh penuh kasih, komunikasi terbuka,
serta menjauhkan segala bentuk kekerasan dalam mendidik anak. Rumah, kata dia,
seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak, bukan justru tempat yang
menakutkan.
Dini juga
menyoroti informasi bahwa kekerasan terhadap NS diduga bukan kali pertama
terjadi. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya tanda-tanda awal yang luput dari
perhatian lingkungan sekitar.
Untuk itu, ia
meminta masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga aparat setempat,
lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, kondisi fisik, maupun situasi
rumah tangga yang berpotensi membahayakan.
“Tetangga,
guru, RT/RW, dan tokoh masyarakat tidak boleh bersikap cuek ketika melihat
indikasi kekerasan,” ujarnya.
Selain itu, ia
mendorong penguatan sistem deteksi dini, layanan pengaduan yang mudah diakses,
serta respons cepat dari pemerintah daerah dan lembaga terkait. Menurutnya,
perlindungan anak tidak bisa dibebankan pada satu pihak, melainkan tanggung
jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan negara.
“Saya akan
terus mengawal agar negara hadir secara nyata dalam melindungi anak-anak kita,
karena masa depan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita menjaga generasi hari
ini,” katanya.
Sebelumnya,
seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,
meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh ibu tirinya. Korban ditemukan
dengan luka lebam dan luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar