Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Saat Ramadhan Pasokan Ayam di Sumut Aman, Tapi Harganya Naik

 

Saat Ramadhan Pasokan Ayam di Sumut Aman, Tapi Harganya Naik
Pedagang ayam saat berjualan di Pasar Lau Dendang, Deli Serdang.@Kartika Sari/detikSumut.


MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Harga daging ayam di Sumut mengalami kenaikan saat Ramadan. Saat ini, harga daging ayam broiler tembus Rp 50 ribuan per kg.
 
Kenaikan harga daging ayam terjadi di Pasar Lau Dendang, Deli Serdang yang menembus harga Rp 48 ribu hingga Rp 50 ribu per kg. Kenaikan harga ini sudah terjadi jelang Ramadan pada awal Februari 2026 lalu.
 
"Kalau bersih sekitar Rp 49 ribu per kilo, kalau sayap Rp 50 ribu per kilo. Udah naik sejak minggu lalu," ungkap pedagang ayam Anto kepada detikSumut, Kamis (19/2/2026).
 
Selain itu, Anto mengaku pihaknya cukup kesulitan mendapatkan pasokan ayam dari distributor.
 
"Sulit dapat pasokan karena jatah kami dikurangi sama PT besar," ujarnya.
 
Sementara itu, berdasarkan data dari Disperindag ESDM Sumut, harga daging ayam broiler terus mengalami tren kenaikan harga.

 
Rata-rata harga daging ayam broiler sebesar Rp 44 ribuan per kg, sudah di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 40 ribu per kg.
 
Adapun harga daging ayam tertinggi berada di Kota Sibolga dengan harga Rp 55 ribu per kg dan harga terendah berada di Asahan sebesar Rp 32 ribu per kg.
 
Terkait hal ini, Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag ESDM Sumut Charles Situmorang mengakui bahwa kenaikan harga terjadi lantaran permintaan yang tinggi. Namun begitu, ia mengklaim pasokan ayam di Sumut aman.
 
"Berdasarkan hasil rapat koordinasi beberapa kali dengan pelaku usaha, khususnya terkait stok daging ayam untuk Provinsi Sumatera Utara dinyatakan aman. Utk saat ini kondisi tertentu seperti menjelang hari besar, permintaan akan meningkat. Sebagaimana hukum pasar, walaupun stok daging ayam utk sumut tersedia akan membuat harga naik saat permintaan melonjak secara bersamaan," jelas Charles kepada detikSumut.
 
"Namun demikian, masyarakat jangan khawatir, kami bersama TPID Sumut dan tim satgas pangan akan terus menerus berkolaborasi dalam melakukan pemantauan terhadap seluruh komoditi bapok sehingga kestabilan harga di masyarakat akan lebih terjaga," pungkasnya.
Sumber: detiksumut

Posting Komentar

0 Komentar