Kepala Bakom M Qodari menyoroti perbedaan aturan
media sosial dan media massa.@Sekretariat Presiden
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Kepala Badan
Komunikasi Pemerintah (Bakom) M Qodari menyoroti perbedaan aturan antara Media
Sosial (Medsos) dengan Media Massa seperti Media Online dalam hal menyampaikan informasi. Qodari menilai di era kini, Media Sosial sudah berperan
seperti Media Massa dalam menyampaikan informasi ke publik. "Ada fenomena yang menarik di mana medsos yang
berperilaku seperti pers atau seperti media, menyampaikan berita, menyampaikan
informasi. Sementara aturan yang berlaku untuk media sosial seperti ini itu kok
jomplang ya, enggak imbang dengan yang berlaku untuk media massa," kata
Qodari dalam Inside Story with Diana Valencia, Selasa (28/4/2026)
malam. Qodari menuturkan media massa diatur oleh banyak hal seperti UU Pers. Contohnya, diberitakan oleh wartawan. Kemudian, Jurnalisnya
juga patuh terhadap kode etik jurnalistik, dan aturan-aturan mengikat lainnya.
Sementara di sisi lain, Media Sosial (Facebook, Twiter,
IG, Tiktok dll) dinilai
mengambil peran yang serupa, tapi tidak terikat dengan peraturan semacam itu. "Sementara mereka juga misalnya mendapatkan iklan,
lama-lama iklan di media massa habis gara-gara media yang semacam ini. Ini kan
enggak level playing field," katanya. Usai dilantik sebagai Kepala Bakom pada Senin (27/4/2026)
lalu, Qodari juga sempat menyinggung kondisi media massa yang telah berbeda
dengan kondisi pada 10 hingga 20 tahun lalu.
Ia pun menyatakan bahwa hal itu menjadi tantangan
tersendiri ke depannya. Dalam hal ini, Qodari ditunjuk menjadi Kepala Bakom menggantikan
Angga Raka Prabowo. Kepala Bakom ini menjadi jabatan ketiga yang diemban
Qodari di bawah kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden RI sejak 20 Oktober 2024
lalu. Sebelumnya, Qodari sempat menjabat Kepala KSP dan Wakil Kepala KSP. Dibawah kepemimpinannya, Qodari menyebut Bakom ke
depannya akan lebih agresif dalam mengomunikasikan kebijakan pemerintah. Ia menyebut langkah itu menjadi penting mengingat banyak
program pemerintah yang baru, sehingga membutuhkan paradigma yang baru pula. Bahkan, Qodari menyebut ada sejumlah pengamat yang
menganggap pemerintah dalam posisi siap 'perang' bersamaan dengan penunjukannya
dan Hasan Nasbi yang juga dipercaya menjadi penasihat khusus presiden. "Ini katanya [pengamat] duanya ini tipe penyerang
begitu. Wah ini ngajak ribut gitu. Ya saya langsung komentar begini, emang
maunya situ nyerang-nyerang terus enggak ada yang jawab gitu ya? Gitu. Enak
aje, sorry ye," kata Qodari di acara serah terima jabatan dengan Angga
Raka Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/4/2026). Sumber : CNN Indonesia
0 Komentar