Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Demi Dukung Mobilitas Jemaah Haji, Arab Saudi Bakal Bangun Bandara Baru di Makkah

 

Demi Dukung Mobilitas Jemaah Haji, Arab Saudi Bakal Bangun Bandara Baru di Makkah
Ilustrasi.@VIA REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY


MAJALAJURNALIS.Com (Jakarta) - Pemerintah Arab Saudi berencana membangun bandara baru di Makkah. Proyek ini nantinya menjadi bagian dari transformasi infrastruktur untuk mendukung mobilitas jutaan jemaah setiap tahunnya.
 
Dilansir detikHikmah dari Gulf News, Jumat (3/4/2026), rencana pembangunan Bandara Makkah dan sistem metro tersebut secara resmi diumumkan untuk pertama kalinya. Hal tersebut menandai keseriusan pemerintah Saudi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi di kota suci tersebut.
 
CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci, Saleh Al-Rasheed, mengungkapkan pembangunan Bandara Makkah secara arah investasi strategis dan ekonomi telah mendapatkan persetujuan.
 
Dalam wawancara dengan Harvard Business Review yang dikutip oleh Saudi Gazette, ia menyebutkan bahwa bandara tersebut akan dibangun sesuai standar internasional guna melayani jutaan pengunjung yang datang ke Makkah setiap tahunnya.
 
Ia menambahkan, proyek ini akan melibatkan kerja sama dengan sektor swasta untuk menciptakan model investasi yang tepat. Sehingga tidak mengganggu keberlanjutan bandara di kota-kota sekitar.


Selain itu, studi kelayakan serta desain awal untuk proyek Metro Makkah juga telah diselesaikan, menandakan kesiapan untuk masuk ke tahap berikutnya.
 
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, pemerintah Arab Saudi juga mengembangkan sistem berbasis teknologi untuk meningkatkan pengalaman jemaah. Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah konsep "Makkah Pintar" yang memanfaatkan kecerdasan buatan dalam mengelola pergerakan jemaah di sekitar Masjidil Haram.
 
Al-Rasheed dalam penjelasannyamengungkapkan bahwa sistem ini akan digunakan untuk memantau dan mengatur arus jemaah secara real-time. Teknologi tersebut juga mencakup sistem prediksi kepadatan di area vital seperti Jembatan Jamarat dan zona pusat kota.
 
Selain itu, pemanfaatan pencitraan udara akan diintegrasikan dengan aplikasi "Balady", sehingga informasi yang diberikan lebih akurat dan membantu jemaah dalam menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.
Sumber : detiksumut

Posting Komentar

0 Komentar