Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bertemu
dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Megawati Institute, Jakarta,
Senin (22/6/2026).@CNN Indonesia/Muhammad Naufal.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta)
- Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bertemu dengan Ketua Umum
PDIP Megawati Soekarnoputri di Megawati Institute, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Anggota GNB, Lukman Hakim Saifuddin
menyampaikan tujuannya bertemu dengan Mega untuk bersilaturahmi.
"Yang tidak kalah pentingnya
adalah kami saling berbagi informasi terkait situasi dan kondisi kehidupan
kemasyarakatan kita, termasuk tentu kehidupan berpemerintahan dan kehidupan
kebangsaan," kata Lukman usai pertemuan.
Selain Lukman, turut hadir tokoh-tokoh
GNB lain. Beberapa di antaranya Ketua GNB Sinta Nuriyah Wahid, Kardinal Jakarta
Ignatius Suharyo, Romo Franz Magnis Suseno, hingga Laode M. Syarif.
Selain itu, turut hadir juga anggota
DPR fraksi PDIP Pinka Haprani, Hendrawan Supratikno, Selly Andriany Gantina,
dan Bonnie Triyana. Lalu hadir juga politisi PDIP Andi Widjajanto.
Kardinal Suharyo menyebut mereka
berkumpul untuk berdiskusi dan bertukar gagasan soal kebangsaan.
"Sehingga bisa melihat realitas
dengan baik dan benar. Tidak dengan emosi, tidak dengan kepentingan, tetapi
sungguh-sungguh murni untuk kepentingan bangsa kita," ucap Kardinal
Suharyo.
Sementara itu, Laode Syarif
menyinggung ihwal proses pembuatan legislasi di DPR yang dinilai berjalan tanpa
konsultasi publik yang memadai.
Ia bahkan menyebut apa yang menjadi
aspirasi masyarakat tidak tercermin dari produk UU yang dihasilkan DPR dan
pemerintah.
"Contohnya, revisi Undang-Undang
Polri. Itu sama sekali tidak mengakomodasi semua rekomendasi yang diberikan
oleh Komisi Reformasi," ucap Laode.
Kedekatan
Megawati dan Sinta Nuriyah
Dalam pertemuan itu Megawati berbagi
momen kedekatan dengan Ketua GNB Sinta Nuriyah Wahid.
Keduanya tampak berbincang hangat,
bahkan sesekali Mega turut memegangi gagang kursi roda milik Sinta.
Selain itu, Megawati juga beberapa
kali tampak terlihat berdiskusi dengan Anita Wahid yang juga hadir di lokasi.
Megawati merupakan Wakil Presiden RI yang
mendampingi Gus Dur pada 1999.
Gus Dur menjabat sebagai Presiden
hanya sampai 2001. Gus Dur dimakzulkan MPR setelah mengeluarkan Dekrit Presiden
yang berisi pembubaran DPR/MPR.
Setelah itu, Megawati pun naik menjadi
Presiden ke-5 RI hingga 2004.
Sumber : CNN Indonesia
0 Komentar