Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur
melakukan disposal atau pemusnahan benda yang diduga granat tangan di dalam
rumah seorang purnawirawan TNI di Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan,
Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat 26 Juni 2026.@Beritasatu.com/Dwi Haryadi.
MAJALAHJURNALIS.Com
(Blitar) - Warga Lingkungan Dadapan, Kelurahan
Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, digegerkan dengan
penemuan benda yang diduga granat tangan di dalam rumah seorang purnawirawan
TNI yang telah meninggal dunia, Jumat (26/6/2026) dini hari.
Temuan
tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan melakukan
sterilisasi lokasi sebelum Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur melakukan
disposal atau pemusnahan sesuai prosedur.
Benda
yang diduga granat itu ditemukan saat anak almarhum sedang membersihkan rumah
peninggalan orang tuanya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian
karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan penghuni maupun warga sekitar.
Kasi
Humas Polres Blitar Aiptu Muheni menjelaskan, penemuan bermula sekitar pukul
00.30 WIB ketika anak perempuan almarhum yang berinisial H membuka lemari
pakaian di dalam rumah.
"Di
dalam lemari ditemukan sebuah tas ransel hijau. Saat dibuka, terdapat bungkusan
plastik hitam yang setelah dilihat menyerupai granat berbentuk nanas. Karena
curiga, keluarga kemudian melaporkan temuan itu ke Polsek Lodoyo Timur,"
ujar Aiptu Muheni.
Mendapat
laporan tersebut, personel Polsek Lodoyo Timur bersama anggota Polres Blitar
segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan
melakukan sterilisasi area sebagai langkah antisipasi.
Selanjutnya,
Polres Blitar berkoordinasi dengan Unit Penjinak Bom (Jibom) Satbrimob Polda
Jawa Timur. Tim Gegana kemudian mengamankan benda yang diduga granat tersebut
dan melakukan disposal atau pemusnahan sesuai standar operasional guna
memastikan benda itu tidak lagi membahayakan masyarakat.
Selain
mengamankan satu tas ransel dan satu benda yang diduga granat berbentuk nanas
sebagai barang bukti, penyidik juga meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk
pihak keluarga, untuk menelusuri asal-usul benda tersebut.
Hingga
kini, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait bagaimana benda yang diduga
granat itu bisa berada di dalam rumah purnawirawan TNI tersebut. Polisi belum
menyampaikan hasil identifikasi lebih lanjut mengenai kondisi maupun status
benda yang telah dimusnahkan.
Aiptu
Muheni mengimbau masyarakat agar tetap tenang apabila menemukan benda yang
diduga berbahaya. Warga diminta tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba
membuka benda mencurigakan karena berpotensi membahayakan keselamatan.
"Kami
mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Apabila menemukan
atau mengetahui adanya benda maupun hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan
ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110 agar dapat segera
ditindaklanjuti," pungkasnya.
Sumber
:Beritasatu.com
0 Komentar