Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jirayut Deg-degan, Sempat Pucat dan Jalani Adegan Ekstrem

 

Jirayut Deg-degan, Sempat Pucat dan Jalani Adegan Ekstrem

Kali pertama jadi pemeran utama di layar lebar, Jirayut deg-degan banget saat reading naskah film Cek Khodam bareng acting coach. Ia merasa salah melulu. (Foto: Dok. Instagram @jirayutdaa4off © 2026 Liputan6.com


MAJALAHJURNLIS.Com  (Jakarta) - Air muka Jirayut berseri-seri saat ia berbagi cerita dari lokasi syuting film terbarunya, Cek Khodam. Film yang disutradarai oleh Jeropoint ini menampilkan Jirayut, Saputra Kori, dan Benidictus Siregar sebagai pemeran utama.
 
Menurut Jirayut, bagian yang paling menegangkan bukanlah saat berakting di depan kamera, melainkan saat reading. Pendalaman karakter dan pemahaman konteks adegan serta dialog bersama acting coach membuatnya merasa gugup. Di awal sesi reading, alumni D'Academy Asia musim 4 itu merasa selalu salah di mata acting coach, namun menyerah bukanlah pilihan baginya.
 
“Aku deg-degannya malah pas reading. Itu kayak aku pucat saja seharian. Itu kayak, acting coach-nya, aku itu salah terus di matanya. Aku harus kerja keras jika dibandingkan dengan yang lain. Karena memang, satu, aku baru di dunia akting. Kedua, harus cepat masuk ke karakter Sakti apalagi disandingkan dengan pemain yang pengalamannya sudah keren-keren,” kata Jirayut kepada Showbiz Liputan6.com di Metropole XXI Jakarta Pusat, Kamis, 25 Juni 2026.
 
Tak ada yang dilakukan Jirayut selain belajar dan terus belajar. Jika ia merasa kurang paham, pesohor dengan 6 juta pengikut di Instagram ini tidak ragu untuk bertanya kepada acting coach dan Jeropoint. Hasil kerja kerasnya pun tidak sia-sia, karena performanya mendapat pujian dari lawan mainnya yang lebih berpengalaman di dunia film, seperti Saputra Kori dan Benidictus Siregar.
 
Hal lain yang dikenang Jirayut dari pengalaman syuting Cek Khodam adalah jadwal syuting yang berlangsung dari malam hingga pagi.
 
“Aku dibanting-banting soalnya. Yang paling menantang di adegan action. Ada adegan dibanting-banting jam 3 subuh, bayangkan saja,” ujarnya.
 
Pengalaman tersebut memberikan tantangan tersendiri baginya, dan meskipun sulit, Jirayut tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam setiap adegan yang ia jalani.
 
Jam 3 pagi, suara bising terdengar dari luar
 
"Pagi-pagi (dibanting-banting) dan saya harus ingat adegannya apa saja, dan banyak. Adegan itu buat aku berkesan banget," ungkap Jirayut seraya menjelaskan. Dalam film Cek Khodam, ia berperan sebagai Sakti.


Film ini akan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026. Cek Khodam mengisahkan tentang Sakti (Jirayut), Wira (Saputra Kori), dan Bima (Benidictus Siregar) yang membuat konten cek khodam. Tanpa mereka sadari, konten tersebut berdampak besar bagi dunia gaib. Kisah ini menggambarkan bagaimana tindakan mereka dapat berpengaruh pada hal-hal yang tidak terlihat oleh mata manusia biasa.
 
Impian yang dimiliki oleh ibuku
 
Konten yang mereka sajikan berhasil menurunkan AKM (Angka Ketakutan Manusia) secara signifikan. Banyak makhluk gaib yang merasakan kehilangan wibawa akibat perubahan ini. Untuk merespons situasi tersebut,
 
Panglima Khodam turun ke dunia manusia dengan tujuan untuk mengembalikan wibawa para memedi. Bagi Jirayut, Cek Khodam yang diproduksi oleh Dee Company memiliki makna yang sangat khusus dalam perjalanan kariernya di dunia seni.
 
"Karena memang pertama, ini impian mamaku. Mama ingin banget aku ada di layar lebar," akunya.
 
Perubahan yang terjadi dalam konten tersebut memberikan dampak yang cukup besar, terutama dalam hal persepsi masyarakat terhadap makhluk gaib. Dengan kehadiran Panglima Khodam, diharapkan wibawa para memedi dapat pulih kembali.
 
Jirayut merasa beruntung dapat berpartisipasi dalam proyek ini, karena ia melihatnya sebagai langkah awal untuk mewujudkan impian ibunya. Dengan semangat yang tinggi, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik dalam setiap penampilannya di layar lebar.
 
Kedua, cita-citaku
 
"Kedua, impian aku juga. Aku sering ngomong di podcast bahwa aku ingin main film horor. Alhamdulillah terima kasih ya Pak Dheeraj Kalwani sudah mewujudkan cita-citaku," beber Jirayut di depan awak media. Sebelumnya, Dheeraj Kalwani mengantar Tumbal Proyek mencapai 1,6 juta penonton. Ia jadi film Indonesia terlaris ke-7 tahun 2026. Jirayut optimistis, Cek Khodam membawa hasil yang baik di tangga box office Indonesia.
 
Jirayut mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan untuk bermain dalam film horor. Dia berharap film terbarunya, Cek Khodam, dapat meraih kesuksesan yang sama seperti film sebelumnya, Tumbal Proyek, yang berhasil menarik perhatian lebih dari 1,6 juta penonton.
 
Dengan kerja keras dan dedikasi, Jirayut yakin bahwa film ini akan mencetak prestasi di industri perfilman Indonesia, terutama di kategori horor. Dia percaya bahwa penonton akan menyukai konsep dan cerita yang dihadirkan dalam film ini, sehingga dapat bersaing di tangga box office.
Sumber : merdeka.com

Posting Komentar

0 Komentar