Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Peserta Latsarmil SPPI Makan 2 Korban Jiwa. Ini Penjelasan Dudung…

 

Peserta Latsarmil SPPI Makan 2 Korban Jiwa. Ini Penjelasan Dudung…
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.@Antara Foto/Galih Pradipta.


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan seluruh peserta program sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) telah menjalani tes kesehatan sebelum mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Evaluasi sementara belum ditemukan indikasi kelalaian.
 
Menurut Dudung, pemeriksaan kesehatan menjadi prosedur yang dilakukan sebelum pelatihan dimulai. "Sebelum pelaksanaan pelatihan itu dilangsungkan tes kesehatan. Semua saya rasa dilakukan tes kesehatan," kata Dudung dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
 
Ia menjelaskan, pelaksanaan latsarmil saat ini masih dalam proses evaluasi dan investigasi menyusul meninggalnya tiga peserta program SPPI. Berdasarkan informasi yang diterimanya, hingga kini belum ditemukan adanya indikasi kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
 
Dudung menilai materi latihan bagi peserta SPPI tidak tergolong berat. Namun, ia tidak menutup kemungkinan terdapat faktor kesehatan atau penyebab lain yang memengaruhi kondisi para peserta selama mengikuti pelatihan.
 
"Setahu saya latihan militer untuk tingkatan seperti SPPI dan sebagainya tidak terlalu keras. Namun, mungkin karena dia sakit dan sebagainya. Ini sedang dievaluasi dan ada investigasi," ujarnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Dudung juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga peserta SPPI. Ia berharap evaluasi yang sedang dilakukan dapat menghasilkan perbaikan prosedur pelatihan, terutama terkait aspek keselamatan peserta agar kejadian serupa tidak terulang.
 
Meski demikian, Dudung menilai program latihan dasar kemiliteran tetap memiliki manfaat dalam membentuk karakter peserta, seperti meningkatkan disiplin, loyalitas, kerja sama, dan jiwa korsa.



"Kami pun dahulu sebelum jadi di lingkungan Kabinet Merah Putih, diretret dahulu di Magelang, karena memang itu penting kalau menurut saya untuk meningkatkan disiplin, meningkatkan loyalitas, kerja sama, jiwa korsa, dan sebagainya. Mudah-mudahan itu tetap lagi dilaksanakan," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengonfirmasi dua peserta program SPPI untuk koperasi desa Merah Putih (KDMP) dan koperasi nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti latsarmil, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
 
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan Anisa, peserta pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, meninggal dunia akibat serangan panas (heat stroke).
 
Sementara itu, Yonanda yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6/2026) dan menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ia meninggal dunia akibat henti jantung.
 
Kemenhan kemudian mengumumkan satu peserta lainnya, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026). Novia merupakan peserta program SPPI KNMP 2026 yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.
 
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan Novia mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti latsarmil pada Senin (22/6/2026). Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis. Meski sempat dirawat intensif, kondisinya terus menurun hingga meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026).
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar