Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Uji Coba Solusi Atasi Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk Akan Disiapkan AHY

 

Uji Coba Solusi Atasi Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk Akan Disiapkan AHY
Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.@Beritasatu.com/Rizky Hidayatullah.


MAJALAHJURNALIS.Com (Denpasar) – Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah yang akan diuji coba untuk mengatasi kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, terutama saat periode libur panjang dan arus mudik.
 
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kemacetan parah yang terjadi saat arus mudik Lebaran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi menjadi bahan evaluasi serius pemerintah.
 
"Kasus kemacetan saat arus mudik Lebaran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi menjadi studi kasus yang sangat serius dan saat ini sedang dicarikan solusi, bahkan sejumlah langkah sudah siap untuk diuji coba," kata Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dilansir dari Antara, Senin (20/7/2026).
 
Menurut AHY, pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali. Karena itu, penanganan kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk menjadi salah satu prioritas pemerintah.
 
Ia menegaskan kemacetan panjang yang terjadi saat Natal dan Tahun Baru maupun Lebaran tidak boleh terulang karena menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
 
"Bagaimana mengurai kemacetan yang terjadi pada masa Natal dan Tahun Baru serta Lebaran, terutama ketika bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, jangan sampai kemacetan hingga puluhan kilometer itu terulang kembali," ujarnya.
 
Untuk jangka pendek, pemerintah akan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang, sekaligus mengoptimalkan fungsi Pelabuhan Celukan Bawang sebagai pelabuhan pendukung.



Selain itu, pemerintah akan menerapkan rekayasa lalu lintas agar arus kendaraan tetap bergerak dan tidak menimbulkan antrean panjang yang berpotensi menyebabkan kelelahan maupun kecelakaan.
 
"Yang pertama adalah meningkatkan kapasitas pelabuhan, baik di Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk, kemudian mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang," kata AHY.
 
Pemerintah juga akan menambah kapasitas armada penyeberangan yang dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) maupun operator lainnya, baik dari sisi jumlah kapal maupun ukurannya.
 
AHY menambahkan sistem TBB (tiba-bongkar-berangkat) yang sempat diterapkan saat arus mudik Lebaran juga akan terus dievaluasi sebagai bagian dari penyempurnaan kebijakan.
 
"Saat kemacetan parah pada masa Lebaran lalu sempat diterapkan sistem TBB (tiba-bongkar-berangkat), mekanisme ini juga terus dievaluasi sebagai bagian dari penyempurnaan kebijakan," ujarnya.
 
Untuk jangka panjang, pemerintah akan mengembangkan sistem transportasi multimoda guna memperkuat konektivitas antara Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang.
 
Menurut AHY, kombinasi berbagai langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan, memperlancar mobilitas manusia, barang, dan jasa, sekaligus mencegah dampak kesehatan akibat antrean panjang, seperti kelelahan dan dehidrasi.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar