Korban Retno tersungkur tewas
sedangkan istri dan anaknya terluka usai ditikam geng motor di Jalan Ilyas, Sei
Mati, Medan Labuhan, Kota Medan Rabu (21/4/2022) pukul 23.48 WIB. Foto/iNews
TV/Yudha Bahar
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Aksi brutal kawanan geng motor di Kota Medan, Sumatera Utara
kembali memakan korban jiwa. Seorang pemuda berusia 26 tahun tewas usai ditikam
kawasan geng motor. Sedangkan istri dan 2 anak korban mengalami luka-luka
akibat serangan geng motor yang terekam kamera CCTV.
Dalam rekaman CCTV di salah satu rumah warga terlihat kawanan
geng motor mengejar Retno (26) yang memboncengkan istrinya, Siti Karah (23) dan
2 anaknya di kawasan Jalan Ilyas, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan,
Kota Medan Rabu (21/4/2022) pukul 23.48 WIB.
Retno ditendang sepeda motornya lalu ditikam dengan senjata
tajam di bagian dada kiri dan kepala. Korban sempat berjalan ke rumah warga
hingga akhirnya tersungkur di parit.
Sontak pembunuhan sadis oleh geng motor ini menyebabkan duka mendalam
keluarga korban. Rumah korban, di Jalan Kail, Lingkungan 5 Kelurahan Sei Mati,
Medan Labuhan didatangi saudara dan kerabat.
Mertua korban, Heni Sukowati mengatakan, selepas pulang kerja
korban bersama istri dan anaknya izin keluar rumah untuk membeli jamu. Tak lama
kemudian dirinya mendapatkan kabar anak menantunya tewas ditikam geng motor.
Mertua korban juga menjelaskan, korban bersama isterinya telah diikuti kawanan
geng motor dari kawasan Titipapan, Medan Deli.
Melihat situasi semakin mencekam, korban meminta istrinya
membawa motor. Sementara korban bonceng dibelakang.
"Saat tiba di simpang rumah, motor korban ditendang
hingga terjatuh. Meski istri korban telah meminta ampun lalu korban dibacok dan
tikam di bagian dada kiri dan kepala," katanya, Kamis (21/4/2022).
Sementara dua anak korban mengalami luka-luka dibagian kepala
akibat benturan di badan jalan.
Kini pihak keluarga masih menanti jenazah korban dari RS
Bhayangkara Medan. Sementara petugas Kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan
masih mengejar anggota geng motor pelaku penikaman brutal.
Sumber : SINDOnews.com
0 Komentar