Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jelang Musim Hujan, Pemkot Semarang Perkuat Mitigasi Banjir

 

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, meninjau pengerukan eceng gondok di Kali Banger, Kota Semarang. (Foto: Arsip Pemkot Semarang)

MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengambil langkah proaktif dalam menghadapi tantangan banjir di musim hujan mendatang. Beberapa upaya yang dijalankan antara lain, penanganan infrastruktur pengendali banjir, kesiapan petugas, pemetaan wilayah potensi banjir, serta kesiapan penanganannya terus disiapkan.
 
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, memastikan bahwa kesiapan mitigasi bencana banjir jelang musim hujan telah matang. Pemetaan daerah-daerah rawan banjir pun telah dilakukan.
 
"Penanganan persoalan banjir saat musim hujan menjadi fokus kami. Tak hanya pembangunan infrastruktur pengendali banjir, tapi mitigasi dan pemetaan wilayah juga terus kami lakukan," kata Mbak Ita, sapaan akrab wali kota, dalam keterangan tertulis, Rabu (25/10/2023).
 
Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, mengatakan peralihan kemarau ke musim hujan menjadi fokus perhatiannya dalam menanggulangi banjir.
 
"Kami sudah punya mitigasi di wilayah-wilayah tertentu yang notabene sering berpotensi banjir," ujarnya.
 
Lebih lanjut ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya Kota Semarang pernah dikepung banjir akibat hujan deras dan naiknya air laut (rob). Pihaknya menyebut, dengan kesiapan antisipasi tersebut nantinya dapat meminimalisir ancaman banjir.
 
Terdapat beberapa daerah yang telah masuk peta rawan banjir. Salah satunya di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk yang masih ada pembangunan infrastruktur bisa berdampak pada luapan air yang masuk ke permukiman.
 
Endro menekankan, Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim hujan yang akan mulai pada November mendatang menjadi perhitungan pihaknya dalam menangani dampak banjir.
 
"Personel sudah siap karena kami selalu belajar dari pengalaman, mulai bulan November kami dalam posisi siaga menghadapi musim hujan," katanya.
 
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang juga telah melakukan upaya penanggulangan banjir dengan revitalisasi saluran air, pengerukan sedimentasi, hingga pengoptimalan rumah pompa.
 
Sejak Juni 2023 Pemkot Semarang telah melakukan revitalisasi besar-besaran drainase pusat kota dan pinggiran. Total, terdapat delapan drainase telah direvitalisasi.
 
Antisipasi banjir pun dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).
 
Hal ini dikarenakan potensi banjir tidak hanya berasal dari sungai kewenangan Pemkot Semarang, tetapi juga sungai-sungai di bawah Pemprov Jateng dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
 
Sebagai informasi, ada sebanyak 46 sungai yang melintasi Kota Semarang, 16 di antaranya kewenangan Pemprov Jateng, dan lima milik BBWS Pemali Juana.
 
Di samping revitalisasi, Pemkot Semarang juga melakukan pembersihan tanaman eceng gondok secara berkala. Mulai dari Kali Banger, Rumah Pompa Kandang Kebo, Kali Tenggang, dan Sungai Kaligawe yang kini akan selesai.
 
Sementara itu, pengerukan sedimentasi di beberapa sungai yang sudah mengalami kedangkalan dilakukan di Kali Sringin Lama, Kali Semarang di sekitar Kuningan, Kali Bajak daerah Kelurahan Tandang, Karangroto, dan Kaligawe di depan Polsek Genuk, di bawah Flyover Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.
 
Tak kalah penting, Pemkot Semarang juga telah memastikan fungsi mesin dan suplai bahan bakar di 119 stasiun rumah pompa yang ada di Kota Semarang.
Sumber : CNN Indonesia

Post a Comment

0 Comments