Ilustrasi
warga Badui.@Antara/Antara.
MAJALAHJURNALIS.Com (Rangkasbitung) - Sebanyak 17 warga Badui di Desa
Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, terkonfirmasi positif
tuberkulosis (TBC). Kasus ini ditemukan sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad
Arif Kirdiat mengatakan, sebanyak 17 warga Badui yang positif TBC telah dirujuk
ke RSUD Banten untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Kami dari awal Januari sampai Februari 2026 merujuk
warga Badui positif TBC sebanyak 17 pasien ke RSUD Banten,” kata Muhammad Arif
Kirdiat saat dihubungi wartawan, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, tingginya kasus TBC di permukiman
masyarakat Badui dipengaruhi beberapa faktor. Minimnya ventilasi udara dan
sanitasi di rumah menjadi salah satu penyebab utama penyebaran penyakit. Selain
itu, aturan adat yang berlaku juga memengaruhi pola hidup dan akses warga
terhadap layanan kesehatan.
Arif Kirdiat menambahkan, ketersediaan obat di
puskesmas pendamping masyarakat Badui perlu disederhanakan agar tidak
membingungkan warga adat saat menjalani pengobatan.
Selama ini, masyarakat Badui bersedia menjalani
pengobatan TBC selama enam bulan dengan keluarga sebagai pengawas minum obat
(PMO), tetapi sering mengalami kesulitan memperoleh obat lanjutan dari
puskesmas.
“Kami berharap puskesmas memudahkan akses obat TBC
bagi pasien yang mengidap penyakit paru-paru ini,” ujarnya.
SRI juga menemukan satu kasus baru TBC atas nama
Asiwin (54), warga Badui yang tinggal di Kampung Cisadane.
Arif menekankan pentingnya skrining TBC secara
serentak di kawasan Badui untuk memutus mata rantai penularan. Hingga kini,
belum pernah dilakukan pemeriksaan massal di permukiman masyarakat Badui,
sehingga jumlah warga yang terpapar penyakit ini belum diketahui secara pasti.
“Kami hanya merujuk warga Badui yang kondisinya sudah
parah akibat TBC,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit
Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Rohmat, memastikan layanan diagnosis
dan pengobatan TBC tersedia dan gratis di seluruh puskesmas, termasuk puskesmas
pendamping masyarakat Badui.
“Kami menjamin ketersediaan pengobatan TBC tersedia di
43 puskesmas,” tutupnya.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar