Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Oknum Dokter Diduga Lakukan Pelecehan Mahasiswi di Klinik, UNRI. Pelaku Sudah Dinonaktifkan

 

Oknum Dokter Diduga Lakukan Pelecehan Mahasiswi di Klinik, UNRI. Pelaku Sudah Dinonaktifkan

Ilustrasi.@Suara.com


MAJALAHJURNALIS.Com (Pekanbaru) - Beredar pengakuan di media sosial (medsos) yang mengungkapkan dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum dokter di klinik Universitas Riau (Unri). Aksi ini telah berlangsung sejak 2025 lalu dan telah terjadi kepada puluhan mahasiswi.
 
Kasus ini menjadi viral setelah sejumlah mahasiswi mengungkapkan di sosial media menjadi korban saat menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan medis.
 
“Aku asam lambung tetapi disuruh buka kancing baju paling atas, diperiksa pakai stetoskop, terus diraba dada. Bagian atas perut dicek, tetapi menurut aku sudah agak ke bawah,” tulis korban.
 
Pengakuan serupa juga disampaikan mahasiswi lain. Ia datang berobat karena batuk dan sesak napas. Namun, oknum dokter justru meminta membuka dua kancing baju dengan alasan memeriksa jantung dan paru-paru.


Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Unri, Armia melalui keterangan resminya menyatakan kampus telah menerima laporan terkait kasus tersebut. Pihaknya juga telah menonaktifkan oknum dokter terduga pelaku sejak 27 April 2026 guna mendukung kelancaran proses pemeriksaan.
 
"Pemeriksaan dilakukan secara objektif dan profesional dengan mengedepankan perlindungan korban. Penanganan kasus ini mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi," ujar Artis melalui keterangan  tertulis, Senin (27/4/2026).
 
Menyelidiki kasus ini, Unri melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) langsung menindaklanjuti laporan yang masuk.
 
“Satgas PPKPT Universitas Riau telah menerima laporan dan segera melakukan proses penanganan sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar