John Herdman, Erick Thohir, dan Kevin
Wijaya menunjukkan jersey baru Timnas Indonesia dari Kelme yang diluncurkan
pada Kamis (12/3) malam WIB di kawasan Gelora Bung Karno (c) Bagaskara Lazuardi.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta)
- Timnas Indonesia mendapat peluang besar untuk tampil
dengan komposisi pemain terbaik pada FIFA ASEAN Cup 2026. Erick Thohir menilai
status turnamen yang masuk dalam periode FIFA Matchday menjadi keuntungan
penting bagi Skuad Garuda.
Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah
turnamen tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 6
Oktober 2026. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno
(SUGBK), Jakarta Pusat, serta Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Masuknya FIFA ASEAN Cup 2026 ke
kalender FIFA membuka kesempatan bagi pemain Indonesia yang berkarier di luar
negeri untuk memperkuat tim nasional. Kondisi ini membuat John Herdman
berpotensi mendapatkan pilihan skuad yang lebih lengkap selama turnamen
berlangsung.
Erick Thohir menilai situasi tersebut
berbeda jika pertandingan digelar di luar kalender FIFA. Sebab, klub memiliki
kewenangan untuk menentukan apakah pemain mereka dapat meninggalkan tim dan
bergabung dengan negara.
"Khususnya buat FIFA ASEAN,
karena ini di kalender FIFA, tadi, kita bisa memberikan tim yang terbaik yang
kita punya. Karena kalau di luar FIFA kalender, ya kita harus juga mengerti, ya
tidak mudah untuk klub-klub bisa memberikan pemainnya keleluasaan untuk
bergabung," ujar Erick Thohir.
"Saya apresiasi ketika liga,
klub-klub nasional memberikan keleluasaan pemainnya bergabung di luar FIFA
kalender. Karena yang menggaji para pemain ini kebanyakan klub-klub loh. Nah,
ini harus juga konteksnya dilihat secara bersama," jelasnya.
Ungkapan
Erick Thohir
Terakhir di Piala AFF 2026, Timnas
Indonesia menghadapi kendala dalam memanggil pemain diaspora. Sebab, turnamen
itu tidak masuk kalender FIFA.
Selain soal ketersediaan pemain, Erick
Thohir juga menilai status tuan rumah memberikan nilai plus bagi Timnas
Indonesia. Menurutnya, kesempatan menggelar turnamen internasional dapat
membuka jalan bagi Skuad Garuda untuk menghadapi lawan-lawan berkualitas.
"Dan tentu menjadi tuan rumah,
itu juga bagian kita membangun kesempatan tim kita untuk bisa mendapatkan
pertandingan-pertandingan yang baik. Seperti contoh kemarin, tim nasional kita
bertanding dengan Bulgaria. Enggak mudah," ucap Erick Thohir.
"Ya, terakhir tim nasional kita
waktu itu bertanding dengan Argentina. Nah, ini hal-hal seperti ini yang tentu
kita dorong supaya peningkatan daripada tim nasional ini bisa terlihat.
Rankingnya hari ini mungkin 118, ya karena kemarin bisa turun sedikit. Tapi ini
prestasi yang terbaik setelah sekian lama," imbuhnya.
Tidak
Bisa Instan
Erick Thohir menilai peningkatan prestasi
olahraga tidak bisa dicapai secara instan. Dia menganggap setiap cabang
olahraga membutuhkan proses panjang untuk berkembang dan bersaing di level yang
lebih tinggi.
"Nah, ini yang saya rasa mungkin
tadi hal seperti ini dalam membangun olahraga apa pun, pasti... mau di semua
olahraga, mau voli, mau futsal, bulu tangkis, tenis, semua ada prosesnya.
Tetapi, di bawah pemerintahan Bapak Presiden," kata Erick Thohir.
"Bapak Presiden sangat punya
komitmen bahwa olahraga ini harus menjadi bagian terpenting dalam pembangunan
karakter dan juga bagaimana untuk tadi, kita sebagai bangsa yang juga dihormati
di konteks banyak negara juga secara realitas dan persepsi," ungkapnya.
Sumber : Bola.net
0 Komentar