Politikus PDIP Ganjar
Pranowo dorong DPR bentuk pansus untuk bahas revisi UU Pemilu.@CNN
Indonesia/Thohirin,
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Politikus
PDIP Ganjar Pranowo mendorong agar DPR segera membentuk panitia
khusus (pansus) untuk membahas revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang
Pemilu.
Pernyataan itu ia
sampaikan sekaligus merespons usulan pemilihan kepala daerah tanpa wakil yang
tengah mencuat di DPR. Menurut Ganjar, ada banyak isu dalam pemilu maupun
pilkada sehingga DPR harus segera memulai pembahasan.
"Sebaiknya segera
dibentuk Pansus, agar pembahasan semua isu dan usulan dibahas secara
komprehensif," katanya saat dihubungi, Kamis (6/8/2026).
Ganjar menjabarkan, saat
ini setidaknya ada tujuh isu dalam wacana revisi UU Pemilu dan UU Pilkada.
Pertama, soal sistem pemilu yang meliputi desain pemilu lokal dan nasional,
keserentakan, hingga sistem proporsionalitas.
Kedua, soal ambang batas pencalonan dalam
pemilihan presiden (pilpres). Ketiga, sistem legislatif menyangkut ambang batas
parlemen, penataan daerah pemilihan, hingga konversi kursi.
Keempat, sistem pilkada,
menyangkut ambang batas pencalonan, hingga penjadwalan. Kelima, penguatan
kelembagaan penyelenggara pemilu. Keenam, integritas pemilu menyangkut politik
uang dan netralitas aparat.
Ketujuh, asas
representatif menyangkut keterwakilan perempuan, representasi daerah dan
kelompok rentan, dan akses politik bagi penyandang disabilitas.
"Begitu banyaknya
isu, maka perlu segera dilakukan pembahasan. Sehingga pembahasan tidak
parsial," kata Ganjar.
Sementara itu di Komisi
II DPR, isu perubahan dalam sistem pilkada diatur dalam UU Pilkada yang
terpisah dari UU Pemilu. Dari keduanya, hanya UU Pemilu yang kini masuk dalam
Prolegnas Prioritas 2026.
Namun, isu mengenai
perubahan sistem pilkada terus didorong sejumlah pihak. Setelah wacana pilkada
lewat DPRD, kini muncul wacana pilkada tanpa wakil yang didorong anggota Komisi
II DPR dari PKB, Muhammad Khozin.
"Kita pilih saja
kepala daerah tanpa wakil. Wakil kepala daerah cukup ditunjuk oleh kepala
daerah. Ini biar tidak menjadi vote getter saja, kasihan wakil kepala daerah
saat ini," ujar Khozin.
Sumber: CNN Indonesia
0 Komentar