Dia berharap proses
penyelidikan kepolisian nantinya dapat memberikan jawaban mengenai penyebab
kematian Sutrimo.
"Kita berdoa,
semoga sebenarnya kematiannya wajar," terangnya.
Sementara itu, salah
satu keluarga Sutrimo, Abi, mengatakan keluarga pada prinsipnya akan kooperatif
apabila polisi membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah Sutrimo
dalam proses penyelidikan.
Meski demikian,
keluarga sebenarnya tidak menghendaki jenazah Sutrimo yang telah dimakamkan
kembali digali.
"Kalau dari
keluarga sebenarnya enggak merelakan buat digali lagi. Cuma kalau memang dari
negara dibutuhkan untuk autopsi demi kepastian itu, mau tidak mau
diikuti," kata Abi.
Kakak tiri Sutrimo,
Tukim, mengatakan keluarga sempat melihat kondisi jenazah ketika tiba di rumah.
Saat itu, jenazah sudah dalam kondisi dikafani. Namun, kain kafan sempat dibuka
sehingga keluarga dapat melihat kondisi tubuh Sutrimo.
"Kondisinya bersih. Sudah dikain kafan," kata Tukim.
Dia mengatakan keluarga saat itu tidak menemukan tanda-tanda
yang membuat mereka curiga terhadap kematian Sutrimo.
“Enggak ada. Makanya dari keluarga langsung
mengikhlaskan karena ya namanya orang kampung. Keadaan jenazah bersih. Jadi
enggak ada kecurigaan apa-apa," ujarnya.
Tukim menyebut keluarga baru kembali mempertanyakan kematian
Sutrimo setelah muncul sejumlah pemberitaan. Karena itu, keluarga memilih
membawa persoalan tersebut ke kepolisian untuk mendapatkan kepastian hukum.
Keluarga menyebut sejumlah barang yang diterima ketika jenazah
Sutrimo tiba di rumah antara lain KTP, uang santunan Rp 20 juta, serta
surat-surat keterangan dari rumah sakit. Namun, ponsel milik Sutrimo disebut
tidak ikut diterima keluarga.
Keluarga kini menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada
kepolisian. Mereka berharap proses tersebut dapat mengungkap penyebab kematian
Sutrimo secara terang sehingga tidak lagi menimbulkan spekulasi di tengah
masyarakat.
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri
di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis
(23/7/2026) pagi. Sutrimo kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman
Puring, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan. Jenazahnya sudah dikebumikan
di kampungnya Desa Wlahar.
Kematian Sutrimo menyedot perhatian publik karena dia diyakini
sebagai salah satu orang kepercayaan eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang saat
ini sedang ditahan karena menjadi tersangka dugaan pencucian uang.
Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar