Ilustrasi.
@Foto: Thinkstock.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta)
- Kolesterol sejatinya memiliki peran penting dalam berbagai fungsi vital
tubuh. Mulai dari pembentuk membran sel, hingga membantu produksi hormon,
vitamin D, serta asam empedu untuk mencerna dan menyerap lemak dari makanan.
Tapi, kadar kolesterol jahat atau
Low-Density Lipoprotein (LDL) yang terlampau tinggi, bisa memicu penumpukan
plak di pembuluh darah arteri dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Secara umum, kadar kolesterol total
ideal berada di bawah 200 mg/dL, sementara kolesterol baik atau High-Density
Lipoprotein (HDL) minimal 40 mg/dL untuk pria dan 50 mg/dL untuk wanita. Adapun
batas optimal untuk kolesterol LDL idealnya berada di bawah 100 mg/dL.
Dulu, panduan nutrisi sempat
merekomendasikan pembatasan asupan kolesterol dari makanan maksimal 300 mg per
hari. Konsumsi telur bahkan sempat dihindari karena dianggap dapat meningkatkan
kadar kolesterol darah.
Tapi, riset terbaru menunjukkan
hubungannya tak sesederhana itu.
"Bagi kebanyakan orang,
kolesterol dari makanan punya pengaruh lebih kecil terhadap kolesterol darah
dibanding pola makan secara keseluruhan, terutama jumlah lemak jenuh dan serat
yang dikonsumsi," terang ahli gizi Liz Shaw, MS, RDN, CPT, dikutip detikHealth
dari Eating Well.
Lalu, apa saja kebiasaan harian yang
tanpa disadari bisa membuat kadar kolesterol melonjak? Berikut ulasannya.
1.
Terlalu Lama Duduk Meski Rajin Olahraga
Sejumlah riset yang terus berkembang
menunjukkan bahwa terlalu lama duduk, terlepas dari apakah seseorang sempat
berolahraga di hari itu, berkaitan erat dengan kadar kolesterol yang buruk.
Artinya, meskipun sudah berolahraga
selama satu jam di pagi hari, tetap penting untuk menyisipkan gerakan-gerakan
kecil di sela-sela aktivitas sepanjang hari.
Pakar diet Leslie Bonci, MPH, RDN,
menjelaskan bahwa kurang bergerak bisa menurunkan kadar HDL serta enzim pemicu
pencernaan lemak yang disebut lipoprotein lipase. Penurunan enzim ini berisiko
memicu penumpukan trigliserida dalam darah.
Solusinya, sempatkan berdiri atau
berjalan kaki selama beberapa menit setiap jam. Ambil air minum sendiri ke
dapur, hingga memanfaatkan standing desk.
2.
Sering Begadang dan Kurang Tidur
Menuntaskan tumpukan pekerjaan sering
kali bikin seseorang mengorbankan waktu tidur. Padahal, kebiasaan kurang tidur
secara konsisten dapat memicu dampak buruk bagi kadar kolesterol.
"Kurang tidur dapat meningkatkan
kadar kolesterol LDL [partikel kecil dan padat], terutama pada orang yang tidur
kurang dari six hours sehari," tutur Shaw.
Kualitas tidur yang buruk juga
terbukti meningkatkan kadar LDL sekaligus trigliserida. Solusinya, coba
terapkan sleep hygiene dengan memprioritaskan waktu tidur 7 hingga 9 jam per
malam.
Tentukan batas waktu khusus untuk
bersantai sebelum tidur (unwind), masuk kamar lebih awal, dan jaga jadwal tidur
tetap konsisten supaya tidak perlu menumpuk utang tidur di akhir pekan.
3.
Hobi Melewatkan Sarapan
Memulai hari tanpa sarapan mungkin
dianggap menghemat waktu atau efisien, tetapi kebiasaan ini justru dapat
berdampak kurang baik bagi kesehatan jantung.
"Penelitian menunjukkan
melewatkan sarapan dapat mengganggu kadar kolesterol. Walaupun dampaknya lebih
terlihat pada individu dengan obesitas dan gaya hidup pasif (sedentary),
sarapan tetap penting untuk kesehatan jantung," tegas Shaw.
Sebuah tinjauan sistematis dan
meta-analisis menemukan bahwa orang yang terbiasa melewatkan sarapan, memiliki
kadar kolesterol LDL sekitar 9 mg/dL lebih tinggi ketimbang mereka yang
terbiasa sarapan.
Solusinya, jadikan sarapan sebagai
momen awal untuk mengasupan serat larut (soluble fiber), yang terbukti ampuh
membantu menurunkan kadar kolesterol darah.
Sumber : detiksumut
0 Komentar